|
Astini Masuk Sel Khusus
Rabu, 16 Maret 2005 | 19:22 WIB
TEMPO Interaktif, SURABAYA:Terhukum mati kasus mutilasi, Astini, 50 tahun, akan segera berhadapan dengan regu tembak. Informasi yang beredar, wanita asal Jalan Wonorejo, Surabaya itu akan dieksekusi pekan ini. Indikasi itu makin jelas saat Astini dipindahkan dari Lapas wanita Lowokwaru, Malang ke Rumah Tahanan Kelas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo, Selasa (15/3) menjelang tengah malam.
Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya AF Darmawan menolak menyebutkan kepastian waktu eksekusi. Kemarin, Darmawan hanya mengatakan bahwa eksekusi Astini akan dilakukan secepatnya. Ketika didesak bahwa hukuman mati itu akan dilaksanakan pekan ini, Darmawan hanya mengatakan, "Insya Allah." Namun, buru-buru ia menambahkan eksekusi bisa diundur bila Astini sakit.
Kepala Rumah Tahanan Kelas I Surabaya, Wibowo Djoko Harjono mengatakan sejak dipindahkan dari Lapas Lowokwaru, Astini ditempatkan di blok wanita nomor 2. Menurutnya, sejauh ini Astini sehat dan telah telah diperiksa dokter rutan. Rabu pagi, Astini dijenguk tiga orang keluarganya. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Endro Wardoyo telah mempersiapkan regu tembak yang terdiri dari 12 anggota Brimob sejak tiga bulan lalu. "Kami siap sewaktu-waktu bila diminta oleh kejaksaan," kata Endro.
Astini divonis mati oleh Pengadilan Negeri Surabaya pada 1996 karena terbukti melakukan tiga pembunuhan dengan memotong-motong tubuh korban pada 1992, 1993 dan 1996. Ketiga korban Astini ialah Rahayu, Sri Astuti Wijaya dan Puji Astuti.
Astini mengajukan banding dan kasasi namun ditolak. Demikian juga dengan grasi yang diajukannya kepada tiga presiden. l kukuh s.wibowo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|