|
Jawa Timur
Pihak Keluarga Pesimis Kasus Pembunuhan Munir Terungkap
Rabu, 16 Maret 2005 | 18:45 WIB
TEMPO Interaktif, Malang: Kelurga almarhum Munir di Malang pesimis terhadap hasil pengungkapan kasus pembunuhan Munir. Mereka menilai upaya pengungkapan tersebut tidak berkembang sama sekali. "Sudah hampir satu tahun berjalan, tapi belum juga ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan barang bukti yang masih ada di Belanda belum juga diambil," kata Rasyid S Thalib, kakak tertua almarhum Munir, kepada wartawan di rumahnya di Malang, Rabu (16/3).
Rasyid mengatakan kasus pembunuhan terhadap adiknya akan terungkap jika kasus ini menguntungkan pemerintah. Tapi jika merugikan pemerintah karena ada keterlibatan pihak-pihak tertentu, kasus ini akan menguap.
Kelurga, ungkap rasyid, sangat kecewa terhadap kinerja Kepolisian. Dibandingkan dengan kasus-kasus lain, seperti terorisime, kasus pembunuhan Munir sangat lambat penanganannya. Sedangkan untuk kasus terorisme, nama-nama tersangka dalam waktu sekejap bisa terungkap.
Jika kasus Munir tidak terselesaikan dengan baik, ungkap Rasyid, hal itu bisa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum dan hak azasi manusia di Indoneia di masa mendatang. "Pemerintah dan kepolisian jangan hanya janji-janji saja," katanya.
Meski bersikap pesimis, keluarga akan terus berupaya mendorong terkuaknya kasus ini. Upaya tersebut akan dilakukan dengan cara mencari dukungan internasional. "Dukungan tersebut diperlukan agar bisa mengungkap kasus pembunuhan sampai ke akar-akarnya dan secepat-cepatnya," ujar Rasyid.
Penggalangan dukungan internasional itu akan dilakukan istri almarhum Munir, Suciwati saat menghadiri undangan oragnisasi internasional di Jenewa, pekan depan. "Suci dan keluarga akan memanfaatkan undangan ke Jenewa itu untuk mencari dukungan internasional," tutur Rasyid.
Bibin Bintariadi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Direktur Program Imprasial, Rachland Nashidik (kiri) dan Direktur Eksekutif Imparsial, Munir saat konferensi pers menanggapi pernyataan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, di kantor Imparsial Jl. Diponegoro, Jakarta, Jumat, 12 September 2003. [TEMPO/Agung Rahmadiansyah; K18A/423/2003; 20030912].](/hg/photostock/2004/12/13/s_K18A42304_high_thumb.jpg) |
![Direktur Program Imprasial, Rachland Nashidik (kiri) dan Direktur Eksekutif Imparsial, Munir saat konferensi pers menanggapi pernyataan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, di kantor Imparsial Jl. Diponegoro, Jakarta, Jumat, 12 September 2003. [TEMPO/Agung Rahmadiansyah; K18A/423/2003; 20030912].](/hg/photostock/2004/12/13/s_K18A42301_high_thumb.jpg) |
| Rachland Nashidik dan Munir
|
|
| Rachland Nashidik dan Munir
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|