|
Polisi Hentikan Pemusnahan Bahan Peledak PT. Dahana
Selasa, 15 Maret 2005 | 20:28 WIB
TEMPO Interaktif, SUBANG:Kepolisan Daerah (Polda) Jawa Barat, menghentikan kegiatan pemusnahan bahan peledak yang dilakukan PT.Dahana (Persero) di Desa Sadarwarna, Cibogo, Subang, sampai batas waktu yang belum ditentukan. Penghentian itu berkenaan dengan ledakan dahsyat yang mengakibatkan 17 orang pingsan dan ratusan rumah sekitarnya retak, Senin (14/3), siang.
Meski banyak korban pingsan, tak seorang pun karyawan Dahana dijadikan tersangka. “Pemusnahan bahan peledak sudah sesuai prosedur," kata Wakil Direktur Intel Pam Polda Jabar, AKB Muktiono, kepada Tempo, Selasa (15/3), di Mess Dahana. Polda Jabar masih menyelidiki penyebab terjadinya ledakan.
Yusep N.R, Wakil Tim Pelaksana Pemusnahan Bahan Peledak Dahana, mengatakan ledakan terjadi ketika timnya membakar shaped chargers yang sudah diletakan di tujuh petak yang telah disiapkan. Ledakan pertama, kata Yusep, terjadi di ujung petakan ke satu. Yang kedua, di akhir pembakaran di petakan kelima. Ledakan terjadi di luar area gudang perusahaan produsen senjata itu.
Yusep membantah ledakan itu akibat keteledoran timnya. "Semuanya sesuai prosedur, ini murni kecelakaan." Menurutnya, pemusnahan bahan peledak seizin Polda dan dilakukan pada 14-19 Maret. Tapi meski masih ada sisa waktu, Muktiono tetap melarang Dahana memusnahkan bahan peledaknya. "Kami minta Dahana mencari lokasi yang aman bagi warga sekitar."
Warga Kampung Cikareo yang tinggal paling dekat dengan lokasi pemusnahan bahan peledak, setuju dengan tindakan Polda. "Kalau bisa jangan ada lagi peledakan," kata Syarifudin, Ketua Dewan Keluarga Masjid Al-Hidayah, Kampung Cikareo yang menggambarkan peristiwa itu seperti kiamat. Seorang ibu rumah tangga di kampung itu sampai terjengkang ketika menanak nasi.
Menurut Syarifudin, ledakan karena pemusnahan bahan peledak apkiran itu, bukan yang pertama. “Pernah juga terjadi pada tahun 2004,” kata Syarifudin. Ledakan di tahun sebelumnya sampai menjebol tembok masjid.
Warga menyayangkan Dahana yang tidak memberitahukan kegiatan itu. "Dulu mah ada musyawarah," kata Sutar dan Suherman. Keduanya menilai ledakan kemarin bukan kecelakaan. Pemusnahan yang biasanya dilakukan di hutan Batu Korsi, dua kilometer dari permukiman, Senin (14/3) dilakukan di Kampung Japan, satu kilometer dari perumahan.
17 warga yang pingsan akibat getaran ledakan, sampai kemarin masih dirawat di Rumah Sakit PTP Nusantara VIII Subang. Sekretaris Dahana, Ikin Tapiadudin, berjanji menanggung seluruh biaya korban dan mengganti seluruh bangunan. "Seluruhnya akan kami ganti," kata Ikin.l nanang sutisna.
INDEKS BERITA LAINNYA :
|