Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Banten

Keracunan Massal di Pesta Perkawinan
Senin, 14 Maret 2005 | 17:07 WIB

TEMPO Interaktif, Swrang:Awas keracunan! Keracunan massal sering terjadi kini ; di pabrik, sekolah, kantor dan tempat pesta. Mungkin itu tuah dari Munir, seorang aktifis hak asasi manusia yang diracun dan penanganannya belum selesai hingga kini.

Suasana suka cita acara resepsi pesta pernikahan Ferdian dan Ratna yang digelar di Komplek Perumahan Taman Ciruas Permai, Serang, Banten, Minggu (13/3) malam, berubah jadi duka. Puluhan tamu undangan tiba-tiba keracunan usai menyantap hidangan di pesta itu.

Sedikitnya 79 tamu undangan mengalami keracunan, 25 diantaranya balita. Hingga Senin (14/3) 64 korban masih rumah sakit umum Kabupaten Serang, 11 orang di Rumah sakit Kencana dan 4 korban dirawat di Rumah Sakit Budi Asih Serang.

Para tamu undangan itu diduga mengalami keracunan usai menyantap sate padang yang dihidangkan tuan rumah. Dari mereka yang menyantap masakan khas daerah Padang tersebut merasakan pesing dan mual-mual disusul kemudian muntah-muntah. Bahkan mempelai pria Ferdian, 29 tahun, juga pingsan setelah menyantap sate bermasalah tersebut.

Peristiwa ini berawal pukul 17.00 Wib saat itu, Harjumi, 60 tahun, pemilik rumah sengaja mengeluarkan makanan khas daerahnya, sate padang. Karena para tamu undangan sebagian besar berasal dari Padang, Sumatera Barat. Masakan tersebut laku keras.

Selang beberapa menit kemudian usai menyantap makanan sejumlah tamu undangan tiba-tiba merasakan pening dan mual. Bahkan ada diantaranya yang muntah di lokasi resepsi. Karena begitu banyak yang mengalami keluhan yang sama, para korban akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Gejala serupa juga dialami beberapa tamu undangan lainnya yang sudah pulang ke rumahnya masing-masing.

Para dokter dan perawat di Rumah Sakit Umum Serang kewalahan menerima serangan pasien yang keracunan dalam jumlah yang cukup banyak. Karena itu satu tempat tidur digunakan dua orang pasien.

Malam itu petugas medis langsung bertindak untuk mencegah meluasnya virus di tubuh para pasien. Menurut mempelai wanita, Ratna yang ditemui di rumah sakit, sate yang diduga asalnya bencana tersebut, diperolehnya dari Tangerang. "Suami saya sempat mengeluh karena rasanya tidak enak. Namun, ia tetap saja makan mungkin karena lapar,akhirnya suami saya juga muntah-muntah,"ujar Ratna.

Menurut Ratna, sebelumya ia tidak curia kalau satu yang dihidangkan usai mabrib itu bermasalah, Sebab siang harinya, hidangan yang sama juga juga dihidangkan untuk para tamu dan mereka tidak kercunan. "Saya juga tidak mengerti dan heran dengan sate ini. Memang dari aroma saja sate itu kurang sedap. Namun, saya tidak tahu kenapa hal ini bisa terjadi?"kata Ratna yang masih terbaring lemah di rumah sakit.

Polisi segera menyelidik kasus keracunan tersebut. Menurut kepala bagian Bina Mitra Polisi Resor Serang, Banten, Komisaris M. Wahab, Polisi belum melakukan panggilan Harjumi penyelenggara pesta untuk dimintai keterangan. "Besok kami akan melakukan pemeriksaan termasuk memeriksa pengelola catering sate sapi di Malabar Tangerang,"ujarnya.

Faidil Akbar


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dua Minggu Karyawan Keracunan Dua Kali
Penyebab Keracunan Pengungsi Belum Diketahui
Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Keracunan
Polri: Tidak Ada Racun Dalam Teh Presiden
Bastian Hutabarat di makamkan Hari Ini
Belasan Buruh Pabrik Handuk Keracunan
Penampungan Limbah ITC Cempaka Mas Telan Enam Korban
Puluhan Karyawan SCTV Keracunan Usai Syukuran Logo Baru
Trend Keracunan Makanan Meningkat Sepanjang 2004
120 Orang Keracunan Makanan
> selengkapnya...


Website

Badan Pengawas Obat dan Makanan
Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data