|
Wakil Ketua DPR: Selesaikan Kemelut Keraton Surakarta dengan Pilraja
Minggu, 13 Maret 2005 | 18:26 WIB
TEMPO Interaktif, SOLO:Wakil Ketua DPR RI, Zaenal Ma’arif mengusulkan agar konflik kekuasaan di Keraton Surakarta Hadiningrat diselesaikan dengan pemilihan raja (Pilraja) secara langsung oleh rakyat Surakarta. Zaenal akan mendesak pemerintah mengambil langkah strategis menyelesaikan konflik.
Berbagai pihak sudah berupaya memfasilitasi untuk menyelesaikan kemelut ini namun selalu gagal. ”Kalau memang tetap sulit difasilitasi, saya usul dilakukan Pilraja (pemilahan raja) secara langsung saja. Kebetulan ini eranya juga sedang pemilihan langsung mulai presiden hingga pemilihan kepada daerah (pilkada). Apa salahnya jika raja di zaman ini juga dipilih langsung oleh rakyatnya?” ujar Zaenal.
Zaenal mengusulkan pemilih raja adalah rakyat Surakarta yang terdiri dari tujuh wilayah dati II. Calonnya boleh berkampanye dan menghormati hasil yang dipilih rakyat. Namun, DPR akan tetap berupaya membantu penyelesaian konflik di Keraton Surakarta. Jika kemelut berkepanjangan dikhawatirkan mempengaruhi kehidupan masyarakat Jawa maupun secara nasional.
Penyelesaian masalah suksesi di Keraton Surakarta setelah Paku Buwono XII mangkat tahun lalu. Hingga saat ini perseteruan dua kubu antara kubu KGPH Hangabehi dengan KGPH Tedjowulan belum menemui titik sepakat. Baik Hangabehi maupun Tedjowulan mengklaim sebagai Pakoe Boewono XIII, sebagai pewaris tahta almarhum PB XII.
Menurut Zaenal, DPR masih berusaha mempelajari persoalan konflik kekuasaan di Keraton Surakarta itu. 28 Pebruari lalu, para abdi dalem keraton datang ke DPR dan meminta agar para wakil rakyat itu turut memikirkan pemecahan persoalan keraton yang berlarut-larut ini. “Apa yang kami peroleh ini akan disampaikan ke DPR untuk menentukan langkah-langkah penyelesaian,’’ papar Zaenal kepada wartawan Sabtu (12/3) pekan lalu.
Zaenal menemui dua kubu yang bertikai. Bersama rombongan dari sekretariat DPR RI, Zaenal terlebih dulu menemui KGPH Hangabehi di Kompleks Ndalem Keraton Surakarta. Rombongan diterima KGPH Hangabehi dan para pendukungnya diantaranya GRAy Koes Moertiyah, KRMH Satryo Hadinagoro, KP Eddy Wirabhumi dan lainnya.
Dari kompleks keraton, Zaenal Ma’arif menemui KGPH Tedjowulan di Kompleks Sasana Poernomo di kawasan Kotabarat, tempat tinggal Tedjowulan. Tedjowulan menerima Zaenal dengan didampingi Pengageng Keraton, GPH Dipokusumo.
Namun, setelah bertemu langsung dengan pihak berseteru, Zaenal justru merasa kebingungan mencari solusi yang tepat. “Saya justru malah tambah pusing. Ternyata lebih gampang mengurus partai politik,” katanya.
Menanggapi usul Pilraja itu, Tedjowulan menyatakan setuju. Ia juga siap jika alternatif itu yang dipilih menyelesaikan konflik keraton. ‘’Ndak apa-apa, saya siap untuk pemilihan raja secara langsung oleh rakyat. Tapi ini kan baru salah satu wacana, alangkah lebih baik kalau dicari alternatif yang lain,” paparnya. l anas syahirul
INDEKS BERITA LAINNYA :
|