Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Indramayu

Hama Sundep dan Kupu-Kupu Serang Indramayu
Minggu, 13 Maret 2005 | 18:13 WIB

TEMPO Interaktif, Indramayu:Ribuan hektar sawah di 5 kecamatan Kabupaten Indramayu mulai terserang organisme pengganggu tanaman seperti hama sundep dan kupu-kupu putih. Hama yang menyerang Kecamatan Sindang, Cikedung, Terisi, Widasari dan Haurgeulis itu dikhawatirkan akan merusakan tanaman padi yang sudah siap panen.

“Hama sundep dan kupu-kupu putih ini telah hampir seminggu ini menyerang," ujar Taryan, petani Haurgeulis, akhir pekan silam. Dia dan beberapa rekannya telah melakukan berbagai upaya pemusnahan hama, seperti penyemprotan. “Kalau tidak ditanggulangi dari awal, bisa berbahaya," tuturnya menambahkan.

Waryadi, petani Cikedung juga mengeluhkan hal yang sama. Dia dan petani lainnya juga mengkhawatirkan serangan hama tikus yang biasanya muncul justru disaat akan panen. “Tetangga desa kami sudah ada tanaman padinya yang diserang hama tikus. Karenanya kini kami bersama-sama melakukan ronda untuk menghalau tikus dari areal persawahan kami”, ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternaakan Kabupaten Indramayu H Koesnomo Tamkani membenarkan adanya serangan berbagai hama itu. Menurut Tamkani, hama sundep dan kupu-kupu tak bisa bisa dianggap enteng. “Karenanya kami telah memberi penerangan dan penyuluhan kepada petani untuk segera melakukan penyemprotan dengan obat-obatan pertanian yang aman bagi tanaman”.

Ivansyah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Ibu-ibu petani menjemur jagung yang akan dijadikan bibit di Ciampea, Bogor, 2 Mei 2001. [TEMPO/ Arie Basuki; K1A/272/2001; 20010519]. Panen kapas Transgenik di Bantaeng, Sulawesi Selatan, 16 April 2001 [ TEMPO/ IGG Maha S Adi; 32D/361/2001; 20010704 ].
Jagung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ongkos Produksi Padi Naik 10-20 Persen
Anggota Dewan Pertanyakan Mafia Pupuk
Ratusan Hektare Sawah di Serang Gagal Panen
Tsunami Merusak 20 Persen Lahan Pertanian Aceh
Komisi VI Minta Pemerintah Prioritaskan Industri Agro
Hama Keong Mas Serang Tanaman Padi Indramayu
Pupuk Langka di Lumbung Padi
Pemerintah Dinilai Belum Sentuh Industri Agro Rakyat
Bungaran: Indonesia Tidak Pernah Alami Krisis Pangan
Menteri Pertanian Tekankan Perlunya Kebijakan Proteksi
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
PP RI No.1 Thn.1980 Tentang Ketentuan Penanaman Papaver, Koka, Dan Ganja
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk18 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Indonesia “Juara”
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945
Direktur Kedaulatan Rakyat Meninggal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data