|
Yogyakarta
Mahasiswa Malaysia di Yogyakarta Was-Was
Kamis, 10 Maret 2005 | 15:12 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Mahasiswa asal Malaysia yang kuliah di Yogyakarat mengaku was-was dengan maraknya Posko Ganyang Malaysia. Meski belum ada intimidasi dan teror fisik yang mereka rasakan, namun mereka tetap khawatir. Para mahasiswa asal Malaysia, berharap sengketa Ambalat antara Indonesia dengan Malaysia segera berakhir. "Tapi kami tidak akan panik karena kami yakin Yogyakarta adalah kota yang aman," kata Muhamad Yusuf, mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum asal Selangor Malaysia, Kamis (10/3).
Dikatakan Yusuf, maraknya posko-posko Ganyang Malaysia
memang membuat mahasiswa asal Malaysia was-was. Selama ini, kata dia, hubungan antara Indoensia dan Malaysia dinilai sangat bagus. "Banyak orang Indonesia yang ada di Malaysia begitu juga sebaliknya," kata dia.
Hal sama disampaikan Syra Hanisa, mahasiswa Fakultas
Kedokteran Gigi UGM asal Penang. Syra mengaku khawatir
setelah membaca berita baik dari televisi maupun koran
tentang posko-posko Ganyang Malaysia. Secara psikologis, kata dia, berdirinya posko-posko itu sangat mengganggu. "Maka kami berharap agar masalah itu segera selesai.
Kami tak tahu urusan politik. Kami di sini ingin
belajar dengan tenang, berteman dengan banyak sahabat.
Kami tak tahu soal-soal itu," kata Syra.
Di Yogyakarta, saat ini terdapat setidaknya 160 orang
mahasiswa asal Malaysia. Sebagian besar mereka kuliah
di Universitas Gadjah Mada, IAIN Sunan Kalijaga dan
Universitas Negeri Yogyakarta. Di UGM, para mahasiswa
asal Malaysia itu umumnya mengambil pendidikan ilmu
kedokteran dan ilmu-ilmu kesehatan lainnya.
Sementara itu, Asisten Ahli Wakil Rektor bidang
Kemahasiswaan UGM, Eddy Hieriej kepada Tempo
mengatakan, hingga saat ini UGM belum mengambil
langkah apa-apa terhadap mahasiswa asal Malaysia.
Selama ini, kata dia, belum ada keluhan dari para
mahasiswa asal tanah jiran tersebut.
"Kami belum mengambil sikap karena sejauh ini tidak
ada apa-apa. Kami berharap semua pihak saling tahu
diri. Di UGM ini, bukan hanya mahasiswa Malaysia saja
yang berasal dari luar negeri. Negara-negara lain juga
mengirim mahasiswa ke sini," kata Eddy.
Syaiful Amin
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|