|
Jawa Tengah
Menjelang Pilkadal, Pemohon KTP di Solo Naik 100 Persen
Rabu, 09 Maret 2005 | 19:21 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah langsung yang didahului dengan pendataan calon pemilih, permohonan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) di Solo meningkat hampir seratus persen. Rata-rata setiap hari, Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) menerima pengajuan KTP/KK baru, 650 orang. Biasanya pengajuan baru hanya sekitar 200-300 pemohon saja.
"Petugas kami menjadi sangat kewalahan melayani.
Lojakan permintaan pembuatan KTP dan KK baru ini mulai
terjadi setelah ada surat edaran walikota daftaran
penduduk pemilih potensi pilkada (DP4)," ujar Kepala
Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil),
Sri Suharyati, Rabu (9/3) .
Suharyati tidak menampik kemungkinan adanya mobilisasi
massa dari luar daerah Solo yang bermaksud mencari KTP
kota sehubungan dengan pilkadal 27 Juni nanti. Oleh
karena itu, pihaknya memperketat pengeluaran KTP baru
dengan betul-betul memperhatikan kelengkapan
persyaratan. "Hanya yang sudah memenuhi persyaratan
normatif yang dipenuhi," tukasnya.
Sementara itu, mengenai pembaharuan data penduduk
untuk keperluan pilkada Dispenduk baru diselesaikan di
15 kalurahan dari 54 kalurahan yang ada. Mereka harus
menyetorkan data pemilih ke KPU paling lambat 17 Maret
mendatang. "Proses pendataan pemilih menemui kendala
karena tidak ada dananya setelah DPRD menolak
mencairkan anggaran mendahului," tambahnya.
KPU Solo menyatakan tetap berpegang pada ketentuan UU No 32/2004 yang membatasi jumlah pemilih dalam TPS maksimal sebanyak 300 orang. Sekalipun pembatasan tersebut membuat anggaran pelaksanaan Pilkadal membengkak tetapi, menurut
anggota KPU Solo, Suharsono, pihaknya tidak mau
melanggar UU. "Awalnya memang mau dirampingkan hingga
30 persenan," ungkapnya.
Selain pertimbangan karena ketentuan UU mengatur
demikian, pembatasan jumlah pemilih dalam satu TPS
tersebut juga untuk mencegah terjadinya mobilisasi
pemilih dari luar daerah. Suharsono mengakui meski
kabupaten Boyolali dan Sukoharjo yang sama-sama
melaksakan Pilkadal pada hari yang sama, tetapi
terjadinya pengerahan massa pemilih sangat mungkin
terjadi. "Apalagi Solo, Boyolali dan Sukoharjo saling
berhimpitan," kata dia
Dia memperkirakan, jumlah pemilih di Solo mencapai
400-an ribu orang yang akan ditempatkan di 1.4250 TPS.
Menurut Suharsono, sampai saat ini pihaknya masih
menunggu data pemilih dari Pemkot sebelum KPU membuat
Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan kartu pemilih.
"Sesuai tahapan, bulan April DPS sudah dapat diumumkan
dan kartu pemilih sudah jadi," tambah Suharsono.
Imron Rosyid
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|