Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Banten

Kejati Banten Teliti Dugaan Korupsi di PT ASDP Merak
Rabu, 09 Maret 2005 | 19:02 WIB

TEMPO Interaktif, Serang: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten kini tengah meneliti dugaan penyelewengan lelang pengadaan kapal bekas Korea Selatan (Korsel) dan pembangunan dermaga kapal cepat oleh pimpinan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Merak dan pimpinan perusahaan mitra PT ASDP.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten Kemas Yahya Rachman kepada Tempo di kantornya mengatakan, sebelumnya kasus dugaan korupsi di PT ASDP Merak dilaporkan masyarakat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, KPK melimpahkan kasus tersebut ke Kejati Banten karena kerugian negara akibat penyelewengan itu hanya Rp 375 juta. "Pelimpahan itu dilakukan karena kerugian negara dibawah Rp 1 miliar," kata Kemas, Rabu (9/3).

Dikatakan, berkas perkara yang dilimpahkan KPK sudah setengah jadi, artinya, KPK meyakini terjadi dugaan praktik korupsi di PT ASDP yang melibatkan Kepala Cabang PT ASDP Merak, Direktur Teknik PT ASDP Cabang Merak Sayagyo, dan Direktur Utama PT Pascadam. "Sekarang berkas perkara itu sedang kita teliti. Kalau memang belum ditemukan bukti awal kita akan terbitkan surat perintah penyelidikan, tetapi kalau sudah ada bukti awal kita langsung terbitkan surat perintah penyidikan," tambah Kemas lagi.

Menurut dia, dasar penyelidikan adalah surat pengaduan warga yang tergabung dalam Masyarakat Penyelamat ASDP tentang dugaan penyimpangan dalam pelelangan kapal bekas Korsel dan penyelewengan dana pembangunan dermaga kapal cepat. Bukti lain adalah surat Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) Nomor S.32/D6/02/2005 tanggal 18 Januari 2005 tentang laporan penyelewengan dana proyek pembangunan kapal cepat.

Faidil Akbar

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Terdakwa kasus korupsi Pertamina dalam proyek pembangunan kilang minyak exor Balongan, Tabrani Ismail memberikan penjelasan kepada hakim ketua dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, 9 Oktober 2003. [TEMPO/Santirta M; K18A/449/2003; 20031009]. Protes mahasiswa UI (Universitas Indonesia) menuntut para koruptor (pelaku korupsi) ditangkap, diadili, dan disita aset-aset dengan memasang foto Ketua DPR, Akbar Tandjung di samping perangkap tikus di depan Istana Presiden, Jakarta, Sabtu, 25 Oktober 2003. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20031025].
Tabrani Ismail di PN Jakpus
Protes Anti Korupsi
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Eselon I yang Korup Dibersihkan
Polisi Periksa Mantan Ketua DPRD Terkait Korupsi Rp 12 Miliar
Tiga Anggota DPRD Bandar Lampung Divonis 1,6 Tahun Penjara
Bupati Temanggung Resmi Jadi Tersangka
Puteh Dituntut 8 Tahun Penjara
Organda DKI Ajukan Kenaikan Tarif Senin Depan
Pengelola Trans Jakarta Bahas Tarif Busway Berdasar Jarak
Empat Pejabat PDAM Kota Kediri Dicopot
PAN Pecat Dua Anggotanya di DPRD
Pengamanan Sidang Kasus Korupsi Bupati Blitar Rp 85 Juta
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Desentralisasi Korupsi Melalui Otonomi Daerah
Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
Inpres No. 224 soal Abdullah Puteh
UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
PP RI No. 109 Tahun 109 Tahun 2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
> selengkapnya...

Website

Kejaksaan RI
Komisi Ombudsman Nasional
Pendapat tentang Pemberantasan Korupsi
Situs Resmi Komisi Pemberantasan Korupsi


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data