|
Petambak Udang Windu di Indramayu Panen Lebih Awal
Selasa, 08 Maret 2005 | 17:55 WIB
TEMPO Interaktif, Indramayu:Udang di puluhan hektar lahan tambak di wilayah Karangsong dan Blok Tambak, Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu mati tanpa diketahui penyebabnya. Untuk menghindari kerugian yang semakin besar, hampir seluruh petambak di sentra tambak udang windu Indramayu itu segera memanen lebih awal.
"Kami terpaksa memanen udang yang baru berumur tiga bulan, harga jualnya sangat jatuh," ujar Rohadi, 34 tahun, petambak di Blok Tambak. Matinya udang windu secara tiba-tiba juga dialami tambak milik Djuned, 47 tahun, petambak di Karangsong. Udang windu di tambak miliknya seluas 2 hektar tiba-tiba mati.
Rohadi maupun Djuned mengaku hingga kini belum mengetahui penyebab matinya udang windu milik mereka secara mendadak. Namun mereka seperti juga petambak lainnya di Karangsong dan Blok Tambak mengkhawatirkan selain karena penyakit,
kematian mendadak udang-udang itu juga disebabkan air laut yang saat ini sudah tercemar minyak dan logam berat. "Banyak gumpalan minyak mentah beberapa bulan terakhir ini." kata Djuned.
Kedua petambak itu mengaku,minimal rugi sekitar Rp 5 juta per hektar karena untuk persiapan lahan dan pembelian bibit. "Itu belum termasuk pakan udang,” kata Djuned.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Indramayu, Abdul Hakim sudah mendengar kabar matinya udang itu. "Kami masih meneliti penyebab matinya udang-udang itu," kata Hakim. l ivansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|