|
Jawa Tengah
PDIP Sukoharjo Diserbu Pelamar Bupati dan Wakil Bupati
Selasa, 08 Maret 2005 | 14:17 WIB
TEMPO Interaktif, Sukoharjo:Partai Demokrasi Indonesia - Perjuangan (PDIP) Kabupaten Sukoharjo kebanjiran pelamar calon bupati dan wakil bupati. Dalam 10 hari masa pendaftaran, sepuluh pasang bakal calon bupati dan wakil bupati sudah mengambil formulir di kantor DPC PDIP. Dua di antara bakal calon bupati yang mendaftar adalah perempuan, putri kraton Kasunanan Surakarta GRAy Koes Moertiyah dan aktivis Komite Pembaharuan dan Pembersihan (KPP) PDI Perjuangan, Budiningsih.
"Tetapi dari 10 pasang yang mengambil formulir, baru tiga pasang yang sudah mengembalikan berkasnya. Mungkin karena pedaftaran melalui PDIP Perjuangan tidak dipungut biaya membuat banyak peminat, apalagi PDI Perjuangan di Sukoharjo masih menjadi pemenang pemilu," ujar Ketua Tim Pendaftaran, Dwi Jatmoko, Selasa (8/3).
Di antara ke-10 pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang mendaftar di loket PDIP tersebut juga ada mantan bupati dan wakil bupati Sukoharjo Bambang Riyanto - Moh Toha.
"Setelah dikembalikan berkasnya dan dilakukan verifikasi, mereka akan dipilih dalam Rakercabsus (rapat kerja cabang khusus) Jumat (11/3) mendatang," tambah dia.
Rakercabsus PDIP Sukoharjo akan melibatkan 1.288 orang yang merupakan pengurus partai dari tingkat ranting. Forum tersebut akan memilih empat paket pasangan bakal calon yang selanjutnya dimintakan rekomendasi dari DPD PDIP Jawa Tengah. Hasil akhir pasangan calon bupati dan wakil bupati yang menjadi jago dalam pilkadal yang dilangsungkan tanggal 27 Juni mendatang ditentukan oleh DPP dengan rekomendasi ketua umum.
"Di dalam pendaftaran ini tidak ada pungutan atau biaya untuk pendaftaran seperser pun. Tetapi untuk pembiayaan Rakercabsus memang akan dibebankan kepada calon yang lolos verifikasi. Besarannya belum
ditentukan masih menunggu rapat Selasa (8/3) malam ini," kata Dwi Jatmoko yang namanya juga tercantum menjadi salah satu bakal calon wakil bupati Sukoharjo ini.
Maraknya pelamar di PDIP Sukoharjo kontras dengan yang dialami oleh PDIP Boyolali. Di kabupaten ini, PDIP terpaksa membuka pendaftaran gelombang kedua karena Djaka Srijanta yang merupakan satu-satunya peminat yang mengembalikan berkas pendaftarannya "dibajak" oleh
partai lain. Praktis mereka tidak memiliki bakal calon lain sehingga membuka kembali pendaftaran.
Menurut Ketua DPC PDIP Boyolali Probo Suhartono, pihaknya memang mematok biaya administrasi pendaftaran. "Besarnya Rp 3,5 juta untuk pengambilan formulir," kata dia. Pendaftaran gelombang dua tersebut hanya mampu menarik tiga peminat yang merupakan kader-kader PDIP sendiri. Imron Rosyid
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|