Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Yogyakarta

Yogyakarta Minta Kompensasi BBM Disalurkan Lewat Pemda
Selasa, 08 Maret 2005 | 12:29 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta minta penyaluran dana kompensasi bahan bakar minyak (BBM) melalui pemerintah daerah. Alasannya, pemerintah daerah lebih mengetahui kebutuhan daerahnya masing-masing. "Bukan departemen," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Yogyakarta, Bayudono, Selasa (8/3) di kantornya.

Saat ini, kata Bayudono, pihaknya sedang berkoordinasi dan melakukan konsolidasi dengan kabupaten di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta. Koordinasi ini untuk membahas dan menyeleksi program-program masing-masing kabupaten. "Harus dipilah mana yang memang kebutuhan dan mana yang hanya keinginan," katanya.

Pihaknya , kata Bayudono, saat ini belum menentukan jumlah nominal kompensasi yang akan diusulkan ke pemerintah pusat. "Kami bicara program terlebih dahulu, baru bicara uang," katanya.

Menurutnya, masing-masing kabupaten mempunyai program unggulan untuk rencana penyaluran dana kompensasi. Tapi, penyaluran ini akan diarahkan untuk pembangunan ekonomi produktif agar masyarakat tidak menjadi konsumtif. "Untuk penyalurannya ke masyarakat diserahkan kepada masing-masing kabupaten,"katanya.

Kepala Bappeda Kabupaten Gunungkidul Eko Subiyantoro mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan dana kompensasi BBM untuk pengentasan kemiskinan. Dana kompensasi di kabupatennya diperkirakan mencapai Rp 80 miliar. Dana ini, salah satunya akan digunakan untuk memberdayakan angkutan-angkutan daerah dengan pemberian kredit lunak kepada paguyuban dan koperasi-koperasi angkutan daerah yang ada. "Sektor sarana dan prasarana pedesaan yang membuka akses ekonomi dan jalur komunikasi juga akan menjadi prioritas,"katanya.

Putri Alfarini

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Nelayan tradisional Muara Angke membeli solar di pompa bensin/ SPBU 34-0134, Jakarta, 22 Mei 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/346/2001; 20010621]. Protes Forkot (forum kota) menolak kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak), telepon dan listrik dengan spanduk
Pompa Bensin
Protes Menolak Kenaikan BBM
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Minyak Tanah Diborong Kalangan Industri
Industri Bisa Dapat Minyak Murah dari Pangkalan Liar
Aksi Demo di Palu Berakhir Rusuh
Gubernur DKI Bahas Kenaikan Tarif Angkutan
Truk vs Taksi Lima Tewas di Klaten
Jusuf Kalla: Golka Belum Pelajari Hak Angket
Pendistribusian Dana Kompensasi dari Bawah
DPR Terus Tekan Pemerintah
Angkot Cilincing-Priok Mogok
Jarpuk Surakarta Keluhkan Kenaikan BBM
> selengkapnya...


Referensi

Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data