Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Barat

Ada 400 Lokasi Judi di Bandung
Minggu, 06 Maret 2005 | 18:14 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:Anggota DPRD Kota Bandung Iman Setiawan Latief menyatakan lokasi perjudian di Kota Bandung dari hari ke hari semakin meluas. Sampai hari ini, sedikitnya ada 400 lokasi yang dijadikan ajang perjudian di seluruh wilaya kota Bandung. "Penyebarannya sulit dicegah karena judi sudah mendarah daging," ujarnya kepada Tempo, Minggu (6/3).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Islam Kota Bandung ini ikut memimpin aksi unjuk rasa menentang perjudian di Bandung, Sabtu (5/2) siang. Aksi yang juga dihadiri oleh beberapa ulama danratusan massa ini digelar di depan Mesjid Al Ukhuwah Jalan Wastukencana Bandung. Dalam aksi itu, para pengunjuk rasa sempat membakar beberapa lembar kupon togel dan meminta warga Bandung menandatangani sebuah spanduk putih sebagai bentuk dukungan terhadap
pemberantasan judi di Bandung.

Seusai aksi, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam
Shiddiq Amien mengaku prihatin terhadap penyebaran
judi ini. Menurut salah satu ulama yang disegani warga
Jawa Barat ini, merebaknya judi tidak terlepas dari
lemahnya penegakkan hukum selama ini. "Lemahnya mental
dan pembinaan rohani masyarakat selama ini juga kurang
diperhatikan,"ujarnya.

Selama ini, menurut Shiddiq, pembinaan mental dan dakwah
hanya sebatas di mesjid-mesjid. Padahal, orang yang datang ke mesjid umumnya bukan yang biasa berjudi. "Jadi harus ada intensifikasi dakwah di luar mesjid,"katanya.

Menurut Shiddiq, sudah menjadi rahasia umum
banyak aparat yang menjadi beking judi. "Banyak pihak,
termasuk dari kalangan pemerintah yang mengakui hal ini. Beking ini seperti korupsi. Orang tahu ada beking, tapi susah untuk membuktikannya,"katanya.

Dibutuhkan strategi tertentu untuk memberantas judi agar niat ini tidak hanya sekadar jargon. Tekanan yang dilakukan oleh masyarakat terhadap aparat, menurut Shiddiq, bisa menjadi alternatif yang ampuh, salah satunya dengan menggelar aksi unjuk rasa. "Seharusnya polisi dan aparat pemerintah dapat bertindak cepat. Jangan dibiarkan masyarakat bertindak anarkis karena aspirasi mereka tidak diperhatikan,"katanya.

Anggota DPRD Kota Bandung Adi Wahyono menyatakan saat
ini pihaknya tengah membahas peraturan daerah yang
dapat dijadikan salah satu landasan memberantas
perjudian. Namun Wakil Ketua Panitia Khusus Peraturan
Daerah tentang Kebersihan Ketertiban dan Keindahan ini
mengaku judi tidak menjadi hal khusus yang dibahas
secara khsusus."Jika pada akhirnya nanti judi kurang mendapat pembahasan mendalam, kami dari PKS akan mengajukan rancangan peraturan khusus tentang judi,"ujar anggota dewan yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera ini.

Adi menilai kinerja Pemerintah Kota Bandung
terhadap pemberantasan judi masih kurang. "Raportnya
masih merah,"katanya. Sekretaris Daerah
Pemerintah Kota Bandung Maman Suparman menolak
anggapan yang mengatakan Pemkot Bandung lamban dalam
memberantas perjudian selama ini. Menurut Maman, judi
tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kota,
tapi juga aparat kepolisian. "Judi itu kan termasuk tindak pidana. Jadi kalau tidak ke Pemkot, masyarakat juga bisa lapor ke polisi,"ujarnya saat dihubungi Tempo Minggu (6/3) siang.

Mengenai lokasi judi yang semakin merebak, Maman
mengimbau warga Bandung untuk segera melaporkannya ke
Pemkot Bandung atau kantor polisi terdekat.
"Masyarakat yang sudah mampu mengindentifikasi adanya
perjudian bisa melaporkannya ke Pemerintah Kota
Bandung atau kepolisian,"katanya.

Rana Akbari Fitriawan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Anggota KORPRI/Pegawai Negeri sedang bermain gaple/domino [ Gatot Sriwidodo/TEMPO; 05d/027/91; 20000617 ] Penduduk sedang bermain gaple/domino [ Dahlan RP/dok TEMPO; 39c/463/89; 20000617 ]

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

AM Fatwa: Aparat Jangan Backing Judi
45 Ulama Ultimatum Bandar Judi Tinggalkan Cirebon
Judi di Perumahan Gading Serpong Jalan Terus
Habib Rizieq Shihab : Soal Omni Batavia, Media dan Pemerintah Tak Adil.
Terpilihnya Bobby Jayanto Ditolak Rakyat Kepri
Ketua MPR dan MUI Kecam Anarkisme FPI
Ketua MPR dan MUI Minta FPI Hentikan Sweeping
Judi Mesin dan Kasino Tetap Buka di Bulan Ramadhan
Togel Tetap Marak di Mataram
PKS Desak Tempat Hiburan Malam Ditutup Selama Ramadhan
> selengkapnya...


Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data