Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Gaji Guru Bantu Banyumas Pasti Tertunda
Minggu, 06 Maret 2005 | 17:16 WIB

TEMPO Interaktif, Banyumas:Sebanyak 1.100 lebih guru bantu di Banyumas dipastikan tidak akan menerima honor untuk bulan Maret 2005 ini karena belum turunnya dana dari pusat. Akibatnya, honor sebesar Rp 460 ribu itu ditunda pembayarannya hingga dana dari APBN turun sampai ke daerah.

Kepastian tertundanya honor guru bantu itu disampaikan
Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Sutjipto, Minggu
(6/3). Dinas Pendidikan tak mampu berbuat apa-apa
mengenai tertundanya honor untuk para guru bantu meski
protes sebagian guru sudah mulai mengalir ke kantor
dinas. "Soalnya yang membayar itu, Lembaga Penjaga
Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah. Lagipula kami juga
tidak punya dana untuk menalanginya,"ujar Sutjipto.

Dinas Pendidikan juga harus bersabar karena beragam
agenda dinas masih harus menunggu cairnya APBN.
Sebenarnya, menurut Sutjipto, anggaran untuk membayar
guru bantu juga belum turun untuk bulan Februari lalu. "Tapi pihak LPMP menalangi dulu untuk
pembayaran bulan Februari, jadi yang dimungkinkan
tertunda ya bulan Maret,"ujarnya. Di Banyumas, guru
bantu menyebar dari Sekolah Dasar (SD) hingga SMU di
seluruh wilayah Banyumas.

Menurut Sutjipto, tidak ada jalan lain bagi para guru
bantu selain menerima keputusan penundaan itu. "APBN
baru saja kelar disusun dan masih dalam proses
pencairan. Sebaiknya bersabar,"katanya. LPMP telah melayangkan surat pemberitahuan mengenai penundaan gaji itu. "Surat itu sudah saya kirimkan ke seluruh sekolah yang memiliki guru bantu,"katanya.

Dalam surat itu tidak disebutkan hingga berapa bulan penundaan gaji bakal berlangsung. "Saya yakin hanya bulan Maret saja, bulan berikutnya sudah lancar lagi,"ujar Sutjipto.

Dalam surat yang ditandatangani Kepala LPMP Jawa Tengah, Makhali, disebutkan, kemungkinan besar pembayaran honor untuk bulan Maret bakal mengalami penundaan, hingga waktu
yang tidak ditentukan. Dalam surat juga disebutkan,
hingga Februari lalu, anggaran nasional untuk guru
bantu belum turun.

Tidak adanya kepastian waktu pembayaran
honor bakal cair membuat kalangan guru bantu di
seluruh Kabupaten Banyumas resah. Ketua Persatuan Guru
Bantu Indonesia Banyumas, Suwandi menyatakan, kalangan
guru bantu kawatir penundaan bakal berlangsung lebih
dari satu bulan. "La, wong tertunda satu bulan saja
kami sudah pusing memenuhi kebutuhan, apalagi kalau
lebih dari satu bulan,"ujar Suwandi.

Mewakili guru bantu Banyumas, Suwandi menyatakan,
seharusnya pemerintah mencari jalan keluar agar honor
guru bantu tetap bisa cair meski belum ada dana dari
pusat. "Mungkin dengan menalangi anggaran untuk honor
ini dengan memakai pos lain yang belum terpakai
sehingga honor untuk guru bantu tidak perlu tertunda.
Soalnya, kami semua menopang hidup dari gaji guru
bantu yang tidak seberapa itu,"katanya.

Menurut Suwandi, selama ini para guru bantu harus
menjalankan pekerjaannya dengan gaji yang sama mulai
dari guru bantu Sekolah Dasar (SD) hingga SMA yakni Rp
460 ribu per bulan. Gaji sejumlah itu sangat pas-pasan untuk menopang kehidupan guru bantu yang sebagian sudah berkeluarga termasuk pembelian seragam guru untuk guru SD dan TK. "Ditambah lagi kenaikan berbagai barang kebutuhan pokok seiring naiknya harga BBM. Kami ini penuh kesusahan. Honor pas-pasan dan kini malah terlambat pula,"katanya.

Ari Aji HS


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Aturan Perekrutan CPNS Dinilai Diskriminatif
Federasi Guru Minta RUU Guru Dibahas
Kejaksaan Bongkar Kasus Penggelembungan Gaji Guru
Menpan Klarifikasi soal Larangan Guru Pindah Profesi
Guru Mengadu ke Komnas HAM
Ribuan Guru Bantu di DIY Minta Diangkat Jadi PNS
Depag Akan Mengangkat 97.500 Guru Tahun 2004
Warga Kampar Akan Menemui Mendagri
Warga Kampar Tanda Tangan Dengan Darah Menolak Bupati
Bakal Demo Lagi, Polisi Lakukan Pengamanan
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No.20 Thn.2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Website

Departemen Pendidikan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Roger Federer, Davydenko dan Gonzalez Melenggang
DPRD DKI Dikritik
Jakarta Bakal Diguyur Hujan
Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data