Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Penerima Kartu Sehat di Solo Berkurang
Sabtu, 05 Maret 2005 | 17:37 WIB

TEMPO Interaktif, Solo: Sekalipun pemerintah menjanjikan kenaikan dana kompensasi pengurangan subsidi bahan bakar minyak, kenyataanya jumlah penerima kartu sehat di kota Solo justru turun. Pada 2004 lalu, 37.570
kepala keluarga (KK) atau mencakup sekitar 156.000
jiwa penduduk Kota Solo adalah pemegang kartu sehat
dan berhak memperoleh Jaminan Kesehatan Masyarakat
Miskin (JKMM) sebesar Rp 5.000 setiap jiwanya per
bulan. "Tahun ini menurun hingga 50 persen karena
penerima kartu sehat tinggal 73.579 jiwa," ujar Kepala
Kasi Hubungan Pelanggan PT Askes Solo Bambang Sayono, Sabtu (5/3).

Menurut Bambang Sayono penurunan penerima tahun ini dibanding tahun lalu, karena adanya penyesuaian
data. Data keluarga miskin tahun lalu pada Dinas Kesehatan setelah dicocokkan dengan data yang diajukan Badan Pusat Statistik (BPS) ternyata berbeda. Sehingga untuk penerimaan kartu tahun ini menggunakan data BPS. "Tidak seluruh penduduk miskin menerima kartu sehat tetapi berdasarkan kuota yang ditetapkan pemerintah pusat, penerima kartu sehat tahun ini di Solo, 73.579 jiwa," tambahnya.

Pengelolaan kartu sehat mulai 2005 ini dialihkan dari Dinas Kesehatan ke PT Askes. Tetapi menurut Bambang, proses seleksi menentukan penerima kartu sehat tersebut sepenuhnya dilakukan pemerintah setempat, yaitu RT/RW
masing-masing, bukan lagi melalui Puskesmas atau rumah sakit. "Seleksinya harus ketat agar jangan sampai justru kartu sehat nanti dimiliki orang yang kaya," tambahnya.

Dia mengatakan, berdasarkan kriteria yang ditetapkan
pemerintah, penerima kartu sehat harus berasal dari
keluarga miskin. Kriteria penduduk miskin diantaranya
adalah apabila sakit tidak mampu membayar kesehatan,
makan sehari hanya dua kali, tidak mampu membayar
biaya pendidikan anak pada tingkat sekolah dasar,
rumah berlantai tanah padat dengan luas 7 meter
persegi.

Imron Rosyid


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Jemuran pakaian para korban penggusuran di Tanjung Duren, Jakarta, Senin, 6 Oktober 2003. [TEMPO/ Santirta M; k19A/456/2003; 20031006]. Seorang anak kecil melepas dua ekor burung dengan latar sebuah apartemen di reruntuhan bangunan bekas penggusuran Tanjung Duren, Jakarta, 6 Oktober 2003. [TEMPO/ Santirta M; K19A/456/2004; 20040123].
Jemuran Pakaian Korban Penggusuran
Anak Kecil Melepas Burung Terbang
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jusuf Kalla: Golka Belum Pelajari Hak Angket
LSM: Penurunan Subsidi BBM Bukan Solusi Tepat
Pendistribusian Dana Kompensasi dari Bawah
Mahasiswa Sandera Mobil-Mobil Pejabat
Tarif Kereta Api Belum akan Naik
Tangerang Butuh Lebih Banyak Kartu Kesehatan untuk Rakyat Miskin
400 Industri Rumah Tangga Kediri Terancam Bangkrut
Pemerintah Harus Segera Tetapkan Tarif Baru Angkutan Umum
Pencabutan Ijin Trayek Bukan Gertak Sambal
"Kampanye Pemerintah Soal Penerima Subsidi BBM Menyesatkan"
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 152 Tahun 1999 Tentang Badan Kesejahteraan Sosial Nasional
Keppres RI No. 144 Tahun 1999 Tentang Dewan Ekonomi Nasional
Kepres RI No.20 Thn. 2002 Tentang Pembentukan Tim Sistem Jaminan Sosial Nasional

Website

Departemen Keuangan
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Departemen Sosial
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data