|
Jawa Barat
Tarif Kereta Api Belum akan Naik
Jum'at, 04 Maret 2005 | 17:58 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung: Meski pemerintah telah menetapkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), namun tarif kereta api baik kelas ekonomi maupun kelas bisnis dan eksekutif belum naik. Kereta api kelas ekonomi yang penetapan tarifnya ditentukan oleh pemerintah memang tidak akan dinaikkan.
Namun kereta api kelas komersial seperti Parahyangan, Argo Gede, Argo Wilis atau kelas eksekutif lainnya seperti Turangga, Lodaya dan Harina yang penetapan tarifnya ditentukan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI)
sendiri, juga belum naik. Padahal KA kelas komersial yang jumlahnya hanya 20 persen dari kereta api yang dioperasikan PT. KAI, memberikan kontribusi keuntungan 80 persen. Sisanya merupakan kontribusi keuntungan dari KA kelas ekonomi.
Direktur Utama PT. KAI, Omar Berto kepada Tempo Jumat sore mengatakan pihaknya belum bisa melakukan penyesuaian tarif KA akibat kenaikan BBM. PT KAI masih melihat situasi kompetitor yaitu pesawat terbang dan bus. Jika mereka menaikkan tarif, baru PT KAI mengambil langkah. "Karena saat ini perubahan tarif sebesar atau sekecil apa pun ternyata sangat sensitif mempengaruhi volume," kata Omar.
Lebih lanjut, Kepala Humas PT KAI, Noor Hamidi menjelaskan, akibat kenaikan harga BBM ini, biaya operasional PT KAI, naik sekitar 25 persen. Hal ini, lanjut dia, mempengaruhi margin keuntungan. Namun pemerintah sudah menjanjikan akan memberikan tambahan subsidi dalam bentuk tambahan Public Service
Obligation (PSO) sebesar Rp 40 miliar kepada PT. KAI.
PT KAI berharap janji pemerintah tersebut bisa segera dipenuhi, bersama dengan dengan PSO rutin yang tahun ini disetujui pemeritah sebesar Rp 200 miliar.
Dana PSO adalah dana yang harus dikembalikan pemerintah kepada PT KAI dari pendapatan yang dihasilkan PT KAI, untuk mensubsidi kelas ekonomi.
Rinny Srihartini
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|