|
Jawa Timur
400 Industri Rumah Tangga Kediri Terancam Bangkrut
Jum'at, 04 Maret 2005 | 17:08 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri: DPRD Kota Kediri, Jawa Timur mensinyalir, sedikitnya 400 perusahaan industri rumahan di Kota Kediri terancam gulung tikar akibat kenaikan harga bahan bakar minyak. Hal itu sebagai akibat kumulatif dari meningkatnya harga bahan baku, upah tenaga kerja yang secara otomatis harus ditinjau kembali serta kenaikan biaya produksi yang mencapai 2 hingga 5 persen.
"Komisi B DPRD Kota Kediri menghimbau pemerintah
segera turun tangan mengendalikan situasi yang sangat
serius ini," kata Suhardani, Ketua Komisi B DPRD
Kota Kediri kepada Tempo, Jumat (4/3).
Dia mencontohkan, perusahaan tahu yang selama ini
merupakan salah satu produk paling terkenal dari
Kediri adalah perusahaan yang terkena dampak langsung
kenaikan harga BBM. "Harga bahan baku berupa kedelai impor sudah merangkak naik. Belum termasuk tuntutan karyawannya yang mendesak segera dinaikkan," papar Suhardani.
Dengan kondisi seperti itu, secara otomatis perusahaan
tahu juga berusaha menaikkan harganya. Persoalannya,
hal itu akan menyangkut daya beli masyarakat terhadap
produksi tersebut. "Jika daya beli masyarakat menurun, otomatis nasib perusahaan kecil akan terancam. Secara global, kondisi ini membuat kondisi perekonomian di Kota Kediri terancam bangkrut," kata Suhardani.
Untuk mengantisipasi terjadinya instabilitas ekonomi
di wilayah Kota Kediri, Komisi B mendesak eksekutif,
baik Dinas tenaga Kerja, Perekonomian, Perindustrian
dan semua elemen harus segera bertemu untuk mencari
solusi. Dewan siap memfasilitasi pertemuan tersebut.
Dari pantauan Tempo, memang ada penurunan omzet
penjualan tahu di pusat perdagangan tahu di Kediri.
Jalan Patimura yang biasanya dipadati pembeli, kini
lengang. Sejumlah pembeli hanya sekedar mampir untuk
membeli krupuk.
Sementara itu di kawasan jalur Klenteng Tri Dhrama tepi
Sungai Brantas yang juga menjadi pusat perdagangan
tahu, kondisinya juga sama. Jalur yang biasanya
sehari-hari dipadati ratusan mobil pembeli tahu, saat
ini sepi.
Dwidjo U. Maksum
INDEKS BERITA LAINNYA :
|