|
Banten
Presiden Mendadak Kunjungi Banten
Jum'at, 04 Maret 2005 | 15:58 WIB
TEMPO Interaktif, Serang: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (4/3) pagi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kabupaten Pandeglang dan Pelabuhan Merak Banten. Di Pandeglang, Presiden mengujungi perkampungan nelayan di Desa Teluk, Kecamatan Labuan. Presiden juga melihat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan memborong ikan layur seharga Rp 400 ribu. "Saya beli. Jangan dimurahin ya, kalau makan ini nanti bisa tinggi, dulu saya makan ini makanya badan saya tinggi," kata Presiden yang disambut tawa istrinya Ny Kristiani serta rombongan menteri yang menyertainya.
Beberapa menteri terlihat mendampingi Presiden, diantaranya Menko Kesra Alwi Shihab, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perhubungan Hatta Radjasa, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Menteri Komunikasi Informasi Sofyan Djalil dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.
Sebelum Presiden tiba, suasana perkampungan nelayan yang semula tampak tenang. Tiba-tiba sekitar pukul 06.30 WIB, menjadi ramai. Rangkaian kendaraan Presiden memenhi jalan yang hanya selebar lima meter.
Saat Presiden datang, seluruh warga di desa Teluk keluar dari rumah mereka dan berbondong-bondong mengikuti rombongan Presiden. Warga makin leluasa mendekat karena pengawalan Presiden tidak begitu ketat.
Usai menijau TPI, Presiden juga meninjau muara di pesisir di Desa Teluk yang mengalami pendangkalan hebat. Presiden kemudian memerintahkan Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi untuk segera melaksanakan pengerukan dan pembersihan di tempat tersebut.
Presiden kemudian mengunjungi sebuah SD Negeri yang letaknya tak jauh dari pesisir pantai. Di sini Presiden menjanjikan akan memberikan bantuan perbaikan kamar mandi dan pengadaan perpustakaan.
Dalam kunjungan ini juga terungkap adanya kasus sengketa tanah dari wilayah yang ditempati para nelayan tersebut. Presiden hanya meminta agar persoalan itu dapat dicarikan solusi yang terbaik.
Usai berdialog dengan warga, Presiden berserta rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Penyeberangan Merak. Kepala Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Merak, Taufik Hendrawan mengatakan selama di Merak, Presiden melihat arus penunpang dan berdialog dengan penumpang di kapal-kapal. "Presiden juga akan berkunjung ke beberapa tempat lagi, tapi pastinya saya tidak tahu. Soalnya sangat mendadak," kata Taufik.
Faidil Akbar
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K21A20603_high_thumb.jpg) |
![Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40706_high_thumb.jpg) |
| Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
|
|
| Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|