![(Pendukung Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir saat protes menuntut pencabutan tuduhan teroris terhadap Ba'asyir dan menuntut pembebasan Indonesia dari campur tangan Amerika di depan gedung Mahkamah Agung, Jakarta, 9 Maret 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040309].)](/hg/photostock/2005/02/14/s_SM04030979_high_thumb.jpg) |
|
|
|
![(Pendukung Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir saat protes menuntut pencabutan tuduhan teroris terhadap Ba'asyir dan menuntut pembebasan Indonesia dari campur tangan Amerika di depan gedung Mahkamah Agung, Jakarta, 9 Maret 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040309].)](/hg/photostock/2005/02/14/s_SM04030978_high_thumb.jpg) |
|
(Pendukung Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir saat protes menuntut pencabutan tuduhan teroris terhadap Ba'asyir dan menuntut pembebasan Indonesia dari campur tangan Amerika di depan gedung Mahkamah Agung, Jakarta, 9 Maret 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040309].) |
|
|
(Pendukung Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir saat protes menuntut pencabutan tuduhan teroris terhadap Ba'asyir dan menuntut pembebasan Indonesia dari campur tangan Amerika di depan gedung Mahkamah Agung, Jakarta, 9 Maret 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040309].) |
|
|
|
|
![(Protes pendukung Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir menuntut pencabutan tuduhan teroris terhadap Ba'asyir dan menuntut pembebasan Indonesia dari campur tangan Amerika di depan gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, 9 Maret 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040309].)](/hg/photostock/2005/02/14/s_SM04030974_high_thumb.jpg) |
|
|
|
![(Ketua (Amir) Majelis Mujahiddin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir dikawal ketat setelah turun dari mobil yang mengangkutnya dari Masjid Al-Ikhlas usai melakukan Sholat Jumat di Mabes Polri, Jakarta. Jumat, 03 Januari 2003. Sholat Jumat itu merupakan sholat pertama bagi KH Abu Bakar Ba'asyirsetelah mendapat izin dari Kapolri.
[TEMPO/ Taufik Subarkah; Digital Image; 20030209] )](/hg/photostock/2005/01/15/s_TS2003010301_high_thumb.jpg) |
|
(Protes pendukung Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir menuntut pencabutan tuduhan teroris terhadap Ba'asyir dan menuntut pembebasan Indonesia dari campur tangan Amerika di depan gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, 9 Maret 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040309].) |
|
|
(Ketua (Amir) Majelis Mujahiddin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir dikawal ketat setelah turun dari mobil yang mengangkutnya dari Masjid Al-Ikhlas usai melakukan Sholat Jumat di Mabes Polri, Jakarta. Jumat, 03 Januari 2003. Sholat Jumat itu merupakan sholat pertama bagi KH Abu Bakar Ba'asyirsetelah mendapat izin dari Kapolri.
[TEMPO/ Taufik Subarkah; Digital Image; 20030209] ) |
|
|
|
|
![(Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Ba'asyir saat keluar dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, 28 Februari 2003. Pihak kepolisian menuduh Ba'asyir berencana membunuh Presiden Megawati Soekarnoputri, tetapi dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) yang diserahkan ke kejaksaan pasal tuntutan itu tidak ada justru dikenakan pasal baru, yakni dituduh makar terhadap pemerintahan yang sah. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K13A/134/2003; 20030404].)](/hg/photostock/2005/01/15/s_K13A13404_high_thumb.jpg) |
|
|
|
![(Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Ba'asyir saat keluar dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, 28 Februari 2003. Pihak kepolisian menuduh Ba'asyir berencana membunuh Presiden Megawati Soekarnoputri, tetapi dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) yang diserahkan ke kejaksaan pasal tuntutan itu tidak ada, justru dikenakan pasal baru, yakni dituduh makar terhadap pemerintahan yang sah. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K13A/134/2003; 20030404].)](/hg/photostock/2005/01/11/s_K13A13402_high_thumb.jpg) |
|
(Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Ba'asyir saat keluar dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, 28 Februari 2003. Pihak kepolisian menuduh Ba'asyir berencana membunuh Presiden Megawati Soekarnoputri, tetapi dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) yang diserahkan ke kejaksaan pasal tuntutan itu tidak ada justru dikenakan pasal baru, yakni dituduh makar terhadap pemerintahan yang sah. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K13A/134/2003; 20030404].) |
|
|
(Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Ba'asyir saat keluar dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, 28 Februari 2003. Pihak kepolisian menuduh Ba'asyir berencana membunuh Presiden Megawati Soekarnoputri, tetapi dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) yang diserahkan ke kejaksaan pasal tuntutan itu tidak ada, justru dikenakan pasal baru, yakni dituduh makar terhadap pemerintahan yang sah. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K13A/134/2003; 20030404].) |
|
|
|
|
![(Ketua (Amir) Majelis Mujahiddin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir usai melakukan Sholat Jumat di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 03 Januari 2003. Sholat Jumat itu merupakan sholat pertama bagi KH Abu Bakar Baasyir setelah mendapat izin dari Kapolri. [TEMPO/ Taufik Subarkah; Digital Image; 20030209]. )](/hg/photostock/2004/12/28/s_TS2003010302_high_thumb.jpg) |
|
|
|
![(Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI), M Iqbal Siregar ketika akan menjenguk KH Abu Bakar Ba'asyir di Rumah Sakit (RS) Polri , Kramat Jati, Jakarta, 31 Oktober 2002. [TEMPO/ Bismo Agung; K12A/157/2003; 20030224].)](/hg/photostock/2004/12/28/s_K12A15702_high_thumb.jpg) |
|
(Ketua (Amir) Majelis Mujahiddin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir usai melakukan Sholat Jumat di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 03 Januari 2003. Sholat Jumat itu merupakan sholat pertama bagi KH Abu Bakar Baasyir setelah mendapat izin dari Kapolri. [TEMPO/ Taufik Subarkah; Digital Image; 20030209]. ) |
|
|
(Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI), M Iqbal Siregar ketika akan menjenguk KH Abu Bakar Ba'asyir di Rumah Sakit (RS) Polri , Kramat Jati, Jakarta, 31 Oktober 2002. [TEMPO/ Bismo Agung; K12A/157/2003; 20030224].) |
|
|
|
|
![(Ketua (Amir) Majelis Mujahiddin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir di dalam mobil yang mengangkutnya dari Masjid Al-Ikhlas usai melakukan sholat Jumat di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 03 Januari 2003. Sholat Jumat itu merupakan sholat pertama bagi Abu Bakar Ba'asyir setelah mendapat izin dari Kapolri. [TEMPO/ Taufik Subarkah; Digital Image; 20030209]. )](/hg/photostock/2004/12/17/s_TS2003010303_high_thumb.jpg) |
|
|
|
![(Terdakwa kasus makar, Amir Majelis Mujahidin Indonesia, KH Abu Bakar Ba?asyir (kiri) didampingi pengacaranya Mohamad Assegaf (tengah) dan Mahendradatta (kanan) saat mendengar kesaksian terdakwa kasus bom Makassar Suryadi Mas?un di Gedung Badan Meterologi dan Geofisika (BMG) Kemayoran, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Arie Basuki; K16A/324/2003; 20030729].)](/hg/photostock/2004/12/15/s_K16A32402_high_thumb.jpg) |
|
(Ketua (Amir) Majelis Mujahiddin Indonesia, KH Abu Bakar Ba'asyir di dalam mobil yang mengangkutnya dari Masjid Al-Ikhlas usai melakukan sholat Jumat di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 03 Januari 2003. Sholat Jumat itu merupakan sholat pertama bagi Abu Bakar Ba'asyir setelah mendapat izin dari Kapolri. [TEMPO/ Taufik Subarkah; Digital Image; 20030209]. ) |
|
|
(Terdakwa kasus makar, Amir Majelis Mujahidin Indonesia, KH Abu Bakar Ba?asyir (kiri) didampingi pengacaranya Mohamad Assegaf (tengah) dan Mahendradatta (kanan) saat mendengar kesaksian terdakwa kasus bom Makassar Suryadi Mas?un di Gedung Badan Meterologi dan Geofisika (BMG) Kemayoran, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Arie Basuki; K16A/324/2003; 20030729].) |
|
|
|
|
|