|
Nusa
Sukabumi Positif Terserang Flu Burung
Kamis, 03 Maret 2005 | 17:48 WIB
TEMPO Interaktif, Sukabumi: Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi mengimbau para peternak ayam di Sukabumi
untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Afian Influenza (AI) atau yang dikenal flu
burung. Pasalnya, virus tersebut sudah positif menyerang ayam yang ada di beberapa daerah
Sukabumi.
"Berdasarkan hasil laboratorium di Balai Penelitian Veteriner (Balivet) Bogor, sample ayam
yang kita kirimkan beberapa waktu lalu, positif terserang AI," ujar Kepala Dinas Peternakan
Kabupaten Sukabumi, Dayat Wiranta kepada wartawan, Kamis (4/3) di sela-sela rapat
Koordinasi Peternakan Kabupaten Sukabumi tahun 2005 di Hotel Pangrango Sukabumi. Oleh
sebab itu, kata Dayat, pihaknya berharap para peternak segera meningkatkan kewaspadaan.
Menurut Dayat, berdasarkan informasi dari FAO, flu burung merupakan penyakit eksotik yang
tidak bisa dimusnahkan atau ditiadakan. Namun demikian, sambung dia, penyakit tersebut
bisa ditekan dan dihindari. "Bisa dikatakan penyakit flu burung ini tidak jauh beda dengan
penyakit lainnnya seperti ND atau tetelo," paparnya.
Lebih jauh, Kepala Subdinas Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas
Peternakan Kabupaten Sukabumi, Winda Sri Rahayu mengatakan, ayam yang sudah positif
terserang flu burung tersebut adalah ayam bukan ras (buras) dari Kecamatan Kabandungan.
Selain di tempat tersebut, imbuh Winda, masih ada kecamatan lain yang diduga telah
terjangkit juga. "Kecamatan-kecamatan tersebut antara lain Cikembar, Karang Tengah,
Cibadak dan Nagrak," tuturnya.
Winda menjelaskan, daerah-daerah tersebut diindikasi telah terserang flu burung karena ada
kematian massal dan mendadak. Kata dia, dari daerah tersebut sudah ada ribuan ekor ayam
buras yang mati mendadak dengan ciri-ciri fisik seperti terserang AI. "Kematiannnya sudah
mencapai sekitar 90 persen dari populasi," imbuhnya.
Winda mengingatkan, masyarakat tidak perlu cemas dengan flu burung ini. Sebab virus akan
mati setelah melalui pemanasan mencapai 60 derajat celsius selama 10 menit. Namun yang
jelas, lanjut dia, ayam bangkai jangan sampai dikonsumsi.
Sementara itu, Kepala Subdinas Bina Program Dinas Peternakan Jawa Barat, Dince S. Tresna
mengatakan, untuk mengantisipasai flu burung, Pemprov Jabar telah menyediakan sekitar
50 juta dosis vaksin pencegahan. "Upaya preventif kita yaitu dengan cara memberikan vaksin
dan juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penyakit ini," katanya.
Deden Abdul Aziz-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|