|
Jawa Madura
Ratusan Karyawan Minta Polisi Usir Preman di Pabrik Texmaco
Rabu, 02 Maret 2005 | 13:00 WIB
TEMPO Interaktif, Subang:Sekitar 500 karyawan Grup Texmaco yang berbasis di Desa Karangmukti, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (2/3) siang, mendatangi markas Kepolisian Wilayah Purwakarta. Mereka mendesak jajaran kepolisian mengusir ratusan orang -yang mereka sebut preman- yang kini memblokade pintu gerbang pabrik Texmaco.
Dalam aksi yang berlangsung tertib dan damai tersebut, puluhan isteri karyawan sambil membwa anak-anak, ikut menyemangati perjuangan suami mereka. Mereka datang dengan ratusan sepeda motor dan puluhan mobil bak terbuka dan angkutan kota.
“Masa polisi kalah sama preman,” kata Suhaebah dengan nada lantang. “Kami datang ke sini meminta keadilan,” ujarnya. Tuntutan itu diajukan setelah petugas Pengadilan Negeri Subang, Senin lalu, gagal menyita aset Texmaco yang akan dipakai untuk membayar gaji dan pesangon karyawan.
Sejumlah pengurus serikat Pekerja seluruh Indonesia di lingkungan Grup Texmaco kemudian diterima Kepala Polwil Purwakarta Komisaris Besar Muhammad Tubagus Chanafi.
Usai pertemuan, Ketua SPSI PT Perkasa Indho Baja Dayat Hidayat mengatkan, eksekusi akan dilaksanakan paling lambat pekan depan. “Karena eksekusi itu sudah hasil putusan pengadilan, maka tak ada alasan untuk menundanya kembali,” kata Dayat, disambut teriakan massa. (Nanang Sutisna)
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
 |
![Buruh pabrik sepatu Reebok PT Starwin Indonesia yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) unjuk rasa menuntut pembayaran uang pesangon di Departemen Tenaga Kerja, Jakarta, 1 April 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040401].](/hg/photostock/2004/12/10/s_SM04040198_high_thumb.jpg) |
| Protes Karyawan Hotel Shangri-La
|
|
| Unjuk Rasa Buruh Pabrik Sepatu Reebok
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|