|
Banten
Krisis Minyak Tanah Masih Berlangsung, Pertamina Didesak Lakukan Operasi Pasar
Rabu, 02 Maret 2005 | 12:20 WIB
TEMPO Interaktif, Serang: Pemerintah provinsi Banten mendesak PT Pertamina untuk melakukan operasi pasar minyak tanah, menyusul tingginya harga bahan bakar ini di Pandeglang dan Lebak. Sejak kemarin hingga Rabu (2/3), harga minyak tanah di dua Kabupaten di Provinsi Banten ini naik menjadi Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per liter.
"Kami sudah meminta kepada PT Pertamina untuk segera melakukan operasi pasar. Kalau dipikir memang tidak masuk akal, harga minyak tanah yang tidak naik, tetapi di tingkat pengecer harganya malah naik," kata juru bicara Pemerintah Provinsi Banten Kurdi Matin, Rabu (2/3).
Dia juga mengatakan, tim penanggulangan dampak kenaikan bahan bakar minyak yang dibentuk gubernur Banten Djoko Munandar juga akan melakukan penyelidikan ke lapangan perihal tingginya harga minyak tanah di dua daerah tersebut. "Mudah-mudahan besok pagi tim yang melakukan penyelidikanm itu sudah bisa memberikan laporan," katanya.
Berdasarkan pantuan Tempo, harga minyak di sejumlah pangkalan dan pengecer di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak masih tinggi, bahkan di sejumlah wilayah beberapa pengecer sudah tidak mendapat pasokan minyak tanah lagi. "Tinggal ada beberapa liter saja, ini pun untuk dipakai sendiri bukan untuk dijual," kata Rahmad Jaya pengecer minyak tanah di Malimpiung Kabupaten Lebak.
Rahmad mengatakan, sejak Senin siang, pasokan minyak tanah di Malimping tidak dikirim lagi. Dia menduga tidak adanya pasokan ini, karena pendistribusian minyak tanah terhalang aksi demo mahasiswa di Kota Serang menentang kenaikan harga bahan bakar minyak. "Kemungkinan mereka ketakutan akan disandera pendemo," katanya.
Karena tidak adanya pasokan minyak tanah sejak Senin, Rahmad terpaksa menjatah pembelian minyak tanah. Setiap warga hanya boleh membeli 1 liter minyak tanah dengan harga Rp 2.000 per liter. "Tapi sekarang benar-benar habis, minyak tanah yang ada hanya untuk kebutuhan sendiri," katanya.
Langkanya minyak tanah juga terjadi di Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Di daerah ini, Selasa sore hingga Rabu pagi terlihat antrian panjang calon pembeli minyak tanah. Rabu pagi, warga terlihat menyerbu mobil tangki yang datang mengantar minyak tanah di salah satu pangkalan minyak tanah di daerah tersebut.
Ramdani, pemilik pangkalan minyak tanah di Cadasri Pandeglang mengatakan, warga panik dan tiba-tiba memborong minyak tanah menyusul naiknya harga BBM. Dia mengaku bingung karena tiba-tiba stok minyak tanah juga menghilang.
Menurut dia, komoditi ini sudah sulit didapat sejak beberapa bulan sebelum pemerintah mengumumkan rencana kenaikan BBM. Pasokan untuk pengkalan terus berkurang. Mereka yang biasanya mendapat suplai 10 drum dipangkas menjadi lima drum.
Ketua Himpunan Pengusaha Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Provinsi Banten Rahmad Halim mengatakan langka minyak di Pandeglang dan Lebak antara lain dikarenakan dibatasi jumlah permintaan pasokan.
Faidil Akbar
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|