|
Nusa
BBM Naik, Nelayan Terpukul
Rabu, 02 Maret 2005 | 06:56 WIB
TEMPO Interaktif, Cilacap: Kenaikan harga BBM terutama solar langsung membuat kehidupan ribuan nelayan di
Cilacap makin terpukul. Pasalnya, kenaikan harga yang diumumkan pemerintah mulai 1 Maret
itu berada ditengah masa paceklik ikan yang dirasakan nelayan. Padahal belum ada kepastian
adanya kemungkinan kenaikan harga ikan hasil tangkapan para nelayan.
Ketua Solidaritas Nelayan Cilacap Rasino menyatakan,
kenaikan itu langsung memukul para nelayan karena
dalam operasional mereka, bahan bakar solar adalah
bagian terpenting bagi nelayan mendukung pekerjaan
mereka. " Kapal kami digerakkan oleh solar. Biaya
terbesar dalam pekerjaan ini ya untuk solar, kalau
solar naik tapi tidak ada keniakan harga ikan
tangkapan, jelas kami makin terpuruk," katanya, Selasa (1/3).
Ketua Kelompok nelayan Pandanarang Cilacap Misban
menjelaskan, selama ini rata-rata para nelayan
tradisional menghabiskan Rp 150 ribu untuk membeli
solar dalam sekali berlayar menangkap ikan. Biaya lain
adalah untuk makan dan perlengkapan lain. "Selama ini
biaya solar itu saja sudah memberatkan, apalagi
dengan kenaikan ini. Apalagi sekarang ini kondisi laut
lagi paceklik iklan," ujarnya. Para nelayan, ujar
Misban, menginginkan agar ada kenaikan harga ikan
sehinga mereka bisa tetap menjalankan pekerjaannya.
Namun hingga saat ini belum ada sikap berarti dari
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) cabang
Cilacap.
Seorang nelayan Kebumen, Tursino menyatakan, kehidupan
nelayan bakal semakin berat karena tidak hanya
terpukul kenaikan solar saja, melainkan juga kenaikan
harga pealatan penangkapan ikan yangs elama ini mereka
gunakan. " Salah satunya harga jaring. Sebelum BBM
naik bahkan harga-harga peralatan itu sudah naik lebih
dulu," kata Tursino.
Berbeda dengan nelayan Cilacap yang menggunakan bahan
bakar solar, sebagian besar nelayan di Kebumen
menggunakan bahan bakar bensin untuk menjalankankan
pekerjaannya. " Agar ngirit kami memakai bensin campur
agar tidak perlu pakai oli mesin. Namun akibat
kenaikan harga BBM, harga bensin campur dipastikan
bakal melesat naik. Biasanya harga bensin campur Rp 3.000
. Saya tidak tahu bakal menjadi berapa harga
bencin campur nanti," katanya.
Ari Aji HS-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Nelayan tradisional Muara Angke membeli solar di pompa bensin/ SPBU 34-0134, Jakarta, 22 Mei 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/346/2001; 20010621].](/hg/photostock/2005/01/26/s_32D34602_high_thumb.jpg) |
 |
|
|
| Protes Menolak Kenaikan BBM
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|