|
Nusa
Minyak Tanah di Surabaya Masih Langka
Selasa, 01 Maret 2005 | 00:35 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya: Kelangkaan minyak tanah yang sudah berlangsung sejak pekan lalu, masih terjadi
di kawasan Surabaya Barat. Jika barang itu ada, harganya di atas harga yang ditetapkan.
"Paling murah Rp 1.000 per liter," kata Pranoto, pemilik sebuah kios yang menjual minyak tanah di kawasan Lidah Wetan, Surabaya Barat, kepada Tempo,
Selasa (1/3) petang.
Pranoto dan sejumlah pengecer lainnya juga mengalami kesulitan mendapatkan jatah dari
pangkalan minyak tanah. Pranoto biasanya diberi jatah 250-300 liter tiap kali mengambil
ke pangkalan. Jadwal pengambilanpun dibatasi. Pranoto mendapat jatah pengambilan setiap
hari Selasa dan Kamis. Pada pengambilan Selasa 22 Pebruari 2005
lalu, Pranoto hanya mendapatkan 80 liter. Hanya dalam
tempo dua hari sudah terjual habis.
Ketika mengambil pada Kamis, 24 Pebruari 2005, Pranoto tidak mendapat bagian
karena persediaan minyak tanah di pangkalan langganannya sudah habis. "Jadi sejak Kamis itu saya sudah
tak jualan minyak tanah lagi. Selasa tadi pagi saya kesana masih belum ada," kata Pranoto
yang mengaku membeli di pangkalan dengan harga Rp 900 per liter. Padahal dalam pengumuman
pemerintah tentang kenaikan harga BBM, harga minyak tanah tetap, yaitu Rp 700 per liter.
Untuk menjaga kelancaran pasokan minyak tanah, mulai dari Depo Pertamina ke pengecer,
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki mekanisme monitoring yang
dilakukan sebuah tim gabungan yang bertugas melakukan
pemantauan. Tim terdiri dari Pertamina, Deperindag,
Pemerintah kabupaten/Pemerintah Kota, Dinas Pertambangan,
serta Hiswana Migas. Pihak kepolisian dan kejaksaan juga
dilibatkan, terutama jika ditemukan kasus pengoplosan.
Jalil Hakim-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Nelayan tradisional Muara Angke membeli solar di pompa bensin/ SPBU 34-0134, Jakarta, 22 Mei 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/346/2001; 20010621].](/hg/photostock/2005/01/26/s_32D34602_high_thumb.jpg) |
 |
|
|
| Protes Menolak Kenaikan BBM
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|