|
Tanjung Perak dan Gresik Diduga Jadi Tempat Pengoplosan Bahan Bakar
Selasa, 01 Maret 2005 | 21:50 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Kapolwiltabes Surabaya, Kombes Sutarman, mensinyalir wilayah Tanjung Perak, Surabaya dan Kabupaten Gresik menjadi tempat pengoplosan dan penimbunan bahan bakar minyak (BBM). Hal itu disampaikan kepada wartawan disela-sela pengamanan aksi demontrasi 500 orang dari 15 Elemen Muda Islam Surabaya, di Gedung DPRD Jatim, Selasa (1/3).
Sutarman mengakui sampai saat ini masih ada masyarakat yang mengoplos dan menimbun BBM. Di wilayahnya kasus itu banyak ditemukan di Tanjung Perak dan Gresik. "Memang banyak. Kita tangkap, kita proses tapi masih ada lagi yang mengoplos," Ia mengakui.
Kepolisian, ujar Sutarman, terus memantau dan mengawasi tindakan pelanggaran hukum itu, terutama di wilayah Tanjung Perak dan Gresik. "Tapi saat ini kami tidak menemukan," ujarnya sembari menambahkan siapapun yang diketahui mengoplos akan ditindak tegas.
Untuk itu Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya menyiapkan 2,5 ribu personel mengantisipasi dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Mereka disebar di SPBU, jalur distribusi dan kilang minyak milik pertamina.
Menurutnya pengamanan itu dibutuhkan karena kenaikan harga ini mendapat respon dari masyarakat. Diantaranya dalam bentuk protes besar-besar baik di DPRD, di jalanan maupun di SPBU. "Yang penting sepanjang aspirasi itu disampaikan di jalur yang benar, tak masalah," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya sejak sepekan lalu, minyak tanah di Surabaya lenyap. Tak sedikit agen dan pengecer yang kehabisan stok minyak tanah. Akibatnya harga ditingkat pengecer melambung tinggi antara Rp 1100-1500/liter. l adi mawardi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|