Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Mahasiswa Longmarch Protes Kenaikan BBM
Selasa, 01 Maret 2005 | 21:28 WIB

TEMPO Interaktif, Solo: Demonstrasi penolakan kenaikan BBM masih terjadi di Solo meski pemerintah telah
mengumumkan harga baru komoditas ini. Selasa (1/3) puluhan mahasiswa yang tergabung dalam
Forum Kebangsaan Pemuda Indonesia (FKPI) melakukan unjuk rasa dan long march memprotes
kebijakan pemerintahan SBY. FKPI yang merupakan aliansi GMNI, PMMI dan PMKRI menilai
kenaikan BBM merupakan bagian dari campur tangan kepentingan asing. Mereka mendatangi RRI
Solo agar tuntutan mereka disiarkan secara langsung melalui corong radio.

Aksi protes yang berlangsung di Bundaran Gladak Solo ini tidak banyak mendapat perhatian
dari masyarakat. Meski demikian mereka terus melakukan orasi, diantaranya adalah mengecam
SBY karena telah membohongi rakyatnya yang memberikan kepercayaan
kepadanya. "Arah yang ingin dicapai pemerintahan SBY
ini tidak jelas mau kemana, keputusannya menaikkan
harga BBM dengan alasan pemerintah menyediakan dana
kompensasi di sektor pendidikan dan kesehatan
merupakan suatu kebohongan," ujar salah seorang
orator.

Puas menggelar orasi, dipimpin oleh korlap aksi
Bambang Christanto, massa bergerak melakukan long
march menuju ke gedung RRI Solo yang berjarak sekitar
enam kilometer dari tempat mereka menggelar
demonstrasi. Mereka bermaksud agar pernyataan sikap
FKPI yang menolak kenaikan BBM tersebut disiarkan
secara langsung. Diwakili oleh asisten Manajer
Reportase RRI Solo, Herman Adi Rachman, pihak RRI
keberatan dengan tuntutan mahasiswa tersebut. "Kalau
siaran langsung kami tidak bisa," kata dia. Mahasiswa
pun setuju pembacaan pernyataan sikap yang diantaranya
berisikan ajakan untuk melakukan evaluasi dan
penilaian kinerja SBY dilakukan secara off air.

Sementara itu sehari setelah pengumuman kenaikan BBM,
tarif angkutan langsung mengalami kenaikan. Para
operator transportasi, khususnya bus pedesaan dan
angkutan dalam kota berinisiatif sendiri
"menyesuaikan" tarifnya. Mereka sudah tidak sabar
menunggu keputusan Gubernur Jawa Tengah dengan alasan
tidak mau tombok menanggung biaya operasional
kendaraannya. "Kalau tidak naik bagaimana kami bisa
setoran," kata seorang pengemudi bus di Terminal
Tirtonadi Solo.

Kenaikan tarif bervariasi tergantung tarif yang selama
ini berlaku. Mereka pada umumnya membulatkan ke atas
tarif pecahan yang selama ini diberlakukan. Seorang
penumpang angkutan dalam kota mengatakan hari ini dia
tidak mendapat kembalian meski tarif resmi angkutan
kota Rp 1.100. "Kata kenek angkutan, sekali jalan
ongkosnya Rp 1.500," kata Sumarno.

Imron Rosyid-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Himpunan Mahasiswa Muslim Antar Kampus (HAMMAS) berunjuk rasa di halaman kantor KOMNAS HAM Jakarta, Senin 8 Mei 2000. Mereka menolak penjelasan dan kesaksian Try Sutisno, LB Moerdani dan Hermanu. [Bernard Chaniago/ Tempo;20000508] Protes mahasiswa UI (Universitas Indonesia) menuntut para koruptor (pelaku korupsi) ditangkap, diadili, dan disita aset-aset di depan Istana Presiden, Jakarta, Sabtu, 25 Oktober 2003. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20031025].
Protes Anti Korupsi
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Spanduk Mahasiswa: BBM Naik, SBY-Kalla Turun
Ribuan Mahasiswa Makassar Demo Tolak Kenaikan BBM
Mahasiswa Manado: SBY Meresahkan Masyarakat
Massa BEM se-Jabotabek Demo di Istana Negara
Tidak Ada Demo Anti-Kenaikan BBM di Pekanbaru
DPRD Kalsel Kecam Naiknya Harga BBM
DPRD Sulawesi Tenggara Tolak Kenaikan Harga BBM
Tarif Angkot dan Harga Sembako Naik
Ongkos Angkutan Umum Naik 50 Persen
Sopir Mogok dan Turunkan Penumpang
> selengkapnya...


Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Departemen Pendidikan Nasional
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Anggota DPR akan Laporkan Gayus Lumbuun
Bilic Anggap Inggris Tim Kacangan
Taksi Bandara Minangkabau Mogok
Gelandangan dan Pengemis Surabaya Dikarantina
Kaka Tergoda Bergabung dengan City

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data