|
Jawa Madura
Ratusan Praja STPDN Tawuran
Selasa, 01 Maret 2005 | 19:52 WIB
TEMPO Interaktif, Sumedang:Ratusan praja (mahasiswa) Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri Jatinangor, Sumedang, siang tadi terlibat tawuran. Akibatnya, 12 orang luka-luka akibat terkena pukulan, lemparan piring, gelas, dan benda lain.
Menurut laporan kejadian yang ditandatangani Kepala Sub Pengembangan STPDN Cecep Rohendi dan Perwira Jaga Manggala Gumilar Mulayan, insiden antara praja madya (tingkat II) dan praja wasana (tingkat IV) ini berawal sekitar pukul 10.30 WIB, waktu kesehatan jasmani. Ketika itu, madya praja Simon Salos ditegur oleh wasana praja Hasyim Siregar karena mengeluarkan kaosnya yang tidak sesuai dengan etika kesopanan praja. Tetapi Simon melawan, bahkan memukul Hasyim Siregar. Setelah kejadian ini, hubungan antara wasana praja dengan madya praja mulai memanas.
Pada saat makan siang sekitar pukul 13.00 WIB terjadi benturan antara wasana praja dengan madya praja. Beberapa wasana praja melempar gelas dan piring ke daerah makan madya praja. Kemudian madya praja membalas melempar piring ke wasana praja sehingga terjadi saling lempar yang melibatkan ratusan orang.
Pada waktu kejadian, para pengasuh sudah berada di ruang makan dan membentengi di tengah-tengah wasana dan madya praja. Namun, mereka tak lagi mampu mengendalikan benturan antara anak didiknya.
Kemudian, madya praja berhamburan ke luar lewat pintu belakang ruang makan, tapi masih dikejar serombongan wasana praja sampai ke barak madya praja. Para pengasuh bisa menghalau wasana praja kembali ke barak masing-masing.
Sekitar pukul 14.30 WIB terjadi pelemparan batu oleh madya praja ke barak Sulawesi Utara, tempat wasana praja, sementara beberapa madya praja lain menyerbu lewat samping barak Sumatera Barat. Penyerangan itu diketahu pengasuh yang segera menghadang. Madya praja bisa digiring kembali ke barak dan kondisi bisa terkendali bersamaan turunnya hujan deras.
Akibat bentrok antarpraja itu, 12 luka-luka. Sampai tadi malam, empat orang masih dirawat di klinik STPDN, enam sudah kembali ke barak, dan satu dirujuk Rumah Sakit Hasan Sadikin. Di antara korban adalah Hadiansyah yang luka robek sehingga dijahit di dahi, pipi, alis, dan hidung. Korban lain rata-rata luka robek di bagian muka dan kepala sehingga harus dijahit.
Ketua STPDN I Nyoman Sumaryadi, didampingi Kepala Polres Sumedang Ajun Komisaris Besar Yoyok Subagiono, menyatakan para praja yang terlibat telah melanggar disiplin STPDN dan melakukan tindak pidana umum. Untuk pidana umum, kata dia, “Polisi yang menangani.”
Yoyok Subagiono menyatakan, polisi masih mencari tahu apakah ada praja yang memprovokasi sehingga kasus itu berlanjut di ruang makan. Polisi masih memeriksa Simon Salos dan Hasyim. Sementara untuk pengamanan, 10 polisi berpakaian preman akan berpatroli di kampus STPDN. (Dwi Wiyana)
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|