Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Tarif Angkot dan Harga Sembako Naik
Selasa, 01 Maret 2005 | 19:50 WIB

TEMPO Interaktif, Malang: Para sopir angkutan kota (Angkot) di Kota Malang menaikkan tarif sebesar 50 persen
dari tarif semula sebesar Rp 1.000 untuk jarak jauh dekat. Kenaikan ini dilakukan secara
sepihak untuk menyesuaikan dengan kenaikan tarif harga bahan bakar minyak (BBM).
"Terlalu lama jika harus menunggu kenaikan dari pemerintah. Kita bisa tekor," kata
Ubaillah, salah seorang sopir jurusan Terminal Arjosari-Terminal Gadang Kota Malang kepada
Tempo, Selasa (1/3).

Menurut Ubaillah, kenaikan ini diambil berdasarkan kesepakatan antar sopir. Adapun jumlah
kenaikan yang mencapai 50 persen adalah hanya untuk memudahkan pembayaran dan tidak
hitung-hitungan biaya opersional. "Sulit jika harus menyediakan uang kembalian berupa uang
recehan," ujarnya.

Kenaikan juga terjadi pada harga sembilan bahan pokok (sembako) di berbagai pasar
tradisional dan pasar besar Kota Malang. Besar kenaikan bervariasi antara Rp 100
hingga Rp 200. Berdasarkan pantauan Tempo di lapangan, kenaikan harga terjadi pada beras,
gula, minyak goreng dan telur dan sayur-mayur. Harga beras jenis Ir 64 dari Rp. 3300 naik
menjadi Rp 3400 per kg, Harga gula dari Rp 5300 naik menjadi Rp 5400 per kg, harga telur
dari Rp 7500 menjadi Rp 7700 per kg, harga minyak goreng curah yang sebelumnya Rp 4500
naik menjadi Rp 4600/Kg. "BBM baru sehari naik, harga barang sudah naik," ungkap
Pudjiati, salah seorang pedagang di Pasar Besar Malang.

Seiring kenaikan harga BBM, Pemerintah Kota Malang menggelar rapat koordinasi. Dalam rapat
yang dihadiri seluruh kepala dinas di lingkungan Pemkot Malang, Pertamina dan Hiswana
Migas tersebut disepakati akan melakukan sosialisi kepada masyarakat tentang kenaikan BBM
dan subsidi BBM. Selain itu juga membentuk tim khusus untuk melakukan pemantauan penimbunan
minyak tanah. "Karena harga minyak tanah untuk rumah tangga, industri kecil dan industri
besar sangat jauh berbeda, maka ada kemungkinan banyak penimbun," ujar Kabag Humas Pemkot
Malang, Poedjianto.

Bibin Bintariadi-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Orang-orang yang naik di atas kereta api/ KA barang yang mengangkut batu bara, Jakarta, 31 Mei 2001 [Koran TEMPO/ Hariyanto; k1A/403/2001; 20010615]. Orang-orang yang naik di atas kereta api/ KA barang yang mengangkut batu bara, Jakarta, 31 Mei 2001 [Koran TEMPO/ Hariyanto; k1A/403/2001; 20010615].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ongkos Angkutan Umum Naik 50 Persen
Sopir Mogok dan Turunkan Penumpang
Minyak Tanah di Pandeglang Jadi Rp 1.500/Liter
Organda Buat Selebaran Kenaikan Tarif Angkutan
Pemerintah Tak Lagi Subsidi Minyak Bakar
Sopir Unjuk Rasa ke DPRD Palu
Angkot Mogok, Karyawan Terlantar di Jalan
Pengusaha Angkutan Di Tangerang akan Naikan Tarif 10-25 Persen
Pedagang Bensin Eceran Panik Jual BBM
Angkutan Umum Mogok, Pelajar Cirebon Terlantar
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Website

Situs Transjakarta-Busway
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD)
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data