Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Minyak Tanah di Pandeglang Jadi Rp 1.500/Liter
Selasa, 01 Maret 2005 | 19:15 WIB

TEMPO Interaktif, Serang: Pedagang minyak tanah di Kota Pandeglang menaikkan harga meskipun pemerintah tidak
menaikkan komoditas untuk warga lapisan bawah ini. Minyak tanah pada Selasa (1/3) dijual
Rp 1.500 per liter, padahan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah hanya
Rp 700 per liter.

Masinah, 35 tahun, seorang agen minyak tanah di Pandeglang mengatakan tingginya harga
minyak tanah ini, karena sejak sore kemarin pasokan minyak tanah terus berkurang. Jika
dua hari lalu di posok 100 liter namun sore kemarin jathanya pasokan minyak tanah hanya
diberikan separo.

"Saya tidak tahu kepana pasokan terus berkurang," kata Masinah. Hanya saja kata dia,
akibat kurangnya pasokan ini, pengecer minyak terpaksa menjatah pemebelian minyak tanah
hanya 2 liter untuk setiap pembeli dengan harga Rp 1.500 per liternya.

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Wadudi Nurhasan yang berjanji akan segera meminta
pertanggungjawaban Pemda setempat untuk mengatisipasi dampak dari kenaikan harga BBM ini.
"Kalau begini pemerintah tidak siap menanggulangi dampak dari naiknya BBM. Ini semua
perlu dipertanyakan," kata Wadudi.

Sementara di Kota Serang, Banten ratusan sopir angkutan kota (angkot) mogok. Mereka
menuntut pemerintah setempat segera melakukan penetapan kenaikan tarif angkutan menyusul
naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Di beberapa tempat, tidak jarang sopir mencegat
kendaraan lain yang yang terlihat mengabgkut penumpang. Mereka secara halus meminta para
penumpang untuk turun. Akibatnya banyak penumpang yang terlantar di jalan-jalan.

Dalam dialog dengan pimpinan DPRD Kabupaten Serang, para sopir mendesak agar pemerintah
daerah segera secepatnya menyesuaikan tarif angkutan kota dengan harga BBM. "Kami ingin
ada penyusuaian untuk menutupi tingginya harga bahan bakar," kata Ridwan seorang supir.
Di depan anggota DPRD para supir ini menuntut agar tarif untuk penumpang umum dinaikan
dari dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.500 dan untuk mahasiswa/pelajar dari Rp 500 naik menjadi
Rp 1.000.

Ketua DPRD Kabupaten Serang Hasan Maksudi dan beberapa anggota DPRD lainnya yang menerima
para sopir mengatakan, pihaknya segera merekomendasikan tuntut ini kepada Bupati Serang
agar segara menetapkan tarif baru.

Faidil Akbar-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Nelayan tradisional Muara Angke membeli solar di pompa bensin/ SPBU 34-0134, Jakarta, 22 Mei 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/346/2001; 20010621]. Protes Forkot (forum kota) menolak kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak), telepon dan listrik dengan spanduk
Pompa Bensin
Protes Menolak Kenaikan BBM
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Organda Buat Selebaran Kenaikan Tarif Angkutan
Pemerintah Tak Lagi Subsidi Minyak Bakar
Sopir Unjuk Rasa ke DPRD Palu
Angkot Mogok, Karyawan Terlantar di Jalan
Pengusaha Angkutan Di Tangerang akan Naikan Tarif 10-25 Persen
Pedagang Bensin Eceran Panik Jual BBM
Polda Metro Jaya Kerahkan 654 Personil
Angkutan Umum Mogok, Pelajar Cirebon Terlantar
Tambahan 4,2 Triliun untuk Sektor Pendidikan
Sultan HB X: Penggunaan Dana Kompensasi Pengurangan Subsidi BBM Jangan Seperti Dulu
> selengkapnya...


Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Kertas Suara Pemilhan Umum Akan Berbentuk Memanjang
Departemen Pendidikan Anggarkan Rp 25 Miliar untuk Beli Jurnal
KPU Banten Pusing Ladeni Dua PKB
John Roosa Berharap Bukunya Tak Dilarang
Persib Diizinkan Berlaga Kandang Dihadiri Bobotoh

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data