Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Yogyakarta

Sultan HB X: Penggunaan Dana Kompensasi Pengurangan Subsidi BBM Jangan Seperti Dulu
Selasa, 01 Maret 2005 | 17:05 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X, berharap pemerintah daerah bisa ikut mendesain penyaluran dana kompensasi pengurangan subsidi bahan bakar minyak kepada rakyat miskin di masing-masing daerah. Sultan tidak ingin penyaluran dana kompensasi itu menggunakan cara lama yang diatur langsung oleh departemen, sedangkan pemerintah daerah tidak tahu apa-apa.

"Saya sedang berusaha mendesain supaya masyarakat miskin di Yogyakarta ini bisa merasakan manfaat dana kompensasi pengurangan subsidi BBM. Ini dimaksudkan supaya target itu betul-betul tercapai. Artinya, bagaimana orang miskin lebih banyak mendapatkan manfaat dari kebijakan itu," tegas Sultan HB X menjawab pertanyaan wartawan seusai memimpin serah terima sejumlah pejabat eselon di kantor Gubernuran DIY, Selasa (1/3) siang.

Dulu, lanjut Sultan HB X, dana kompensasi itu langsung ditangani masing-masing departemen. Akibatnya, daerah tidak tahu apa-apa tentang penyaluran dana kompensasi tersebut. Desain penyaluran dana kompensasi untuk wilayah DIY itu akan dipresentasikan Sabtu (5/3) mendatang.
Masukan dari Kabupaten/Kota diharapkan sudah diterima Kamis (3/3) nanti.

"Sekarang kita sedang mencoba agar program itu dipertanggungjawabkan Gubernur, Bupati dan Walikota. Dengan demikian, kalau ditanya dana kompensasi itu untuk apa saja, saya bisa menjawab. Di sisi lain, dengan cara ini, masyarakat juga bisa ikut mengawasi apakah dana itu sampai atau tidak. Jangan seperti dulu, dari departemen
langsung ke dinas," jelas Sultan. Dari dana kompensasi Rp 10,7 triliun, Sultan HB X masih belum tahu persis berapa miliar untuk DIY.

Heru CN

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Nelayan tradisional Muara Angke membeli solar di pompa bensin/ SPBU 34-0134, Jakarta, 22 Mei 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/346/2001; 20010621]. Protes Forkot (forum kota) menolak kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak), telepon dan listrik dengan spanduk
Pompa Bensin
Protes Menolak Kenaikan BBM
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pendidikan Dapat Tambahan Rp 4,2 Triliun Dana PKPS-BBM
Presiden Akan Memantau Situasi Pasca-Kenaikan BBM
Harga Minyak Tanah di Surabaya Naik 50 Persen
Tarif Angkutan Naik 7-10 Persen
Jelang Kenaikan Harga Permintaan BBM Melonjak
Pemerintah Siap Jawab Hak Angket DPR
Sopir Angkot Kupang Mogok
Pelajar di Palembang Keluhkan Kenaikan Tarif Angkot
Kenaikan BBM Diduga Diumumkan Malam ini
BBM Kemungkinan Naik Malam Ini
> selengkapnya...


Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jalur Selatan Kereta Api Normal Kembali
Kecil Kemungkinan Beda Awal Puasa dan Lebaran
Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade
Amrozy cs Dikunjungi Kerabat
Mahasiswa Kediri Demo Tuntut Pengusutan Dana Hibah Persik

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data