|
Pendukung Tejowulan ke DPR
Senin, 28 Pebruari 2005 | 21:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Geger keraton Surakarta sampai ke Jakarta setelah pendukung KGPH Tedjowulan mengadukan persoalan raja kembar itu ke Wakil Ketua DPR Zainal Ma'arif. "Akibat KGPH Hangabei sewenang-wenang, setidaknya delapan abdi dalem mundur bersama dan dua abdi secara pribadi mundur," kata Hadi Widjojo saat menyampaikan keluhannya di gedung MPR/DPR, Jakarta tadi.
Widjojo meminta DPR ikut menyelesaikan persoalan raja kembar di Surakarta Hadiningrat dengan mengukuhkan Tedjo Wulan sebagai Pakubuwono XIII. "Abdi keraton yang mundur siap kembali jika Gusti Pangeran Adipati Anom Tedjowulan menginginkan, setelah beliau ditetapkan sebagai penerus Pakubuwono XII," ujarnya.
Geger kraton Surakarta Hadiningrat bermula dari mangkatnya Pakubuwono XII, 11 Juni lalu. Karena tak memiliki permaisuri, rebutan mahkota keraton terjadi antara putra Pakubuwono XII Hangabei dan cucu Pakubuwono XII Tedjowulan. Secara sepihak, Hangabei mengangkat dirinya sebagai pengganti tanpa persetujuan putraputridalem. Sedangkan, Tedjowulan yang didukung putraputridalem dinobatkan sebagai Pakubuwono XIII di luar istana.
Zainal Ma'arif mengatakan, DPR akan menindaklanjuti keluhan itu dengan mengumpulkan informasi dari dua pihak dan Gubernur Jawa Tengah. Langkah ini diambil agar memperoleh solusi yang adil. "Karena memang ada keresahan di Solo. Bahkan tukang becak yang saya tanya mengaku juga terpengaruh," ujarnya.
Sedangkan, wakil rombongan Tundjung W. Sutirto meminta DPR mengesahkan Tedjowulan sebagai penerus raja Surakarta. Meski dinobatkan di luar keraton, penobatan itu dinilai sah karena Tedjowulan didukung seluruh pihak yang berhak menentukan penerus Pakubuwono XII. "Penobatan di luar istana juga pernah terjadi dua kali, yaitu penobatan Amangkurat II dan Pangeran Puger sebagai Pakubuwono I," tuturnya.
Rombongan Surakarta ini datang dengan mengenakan pakaian adat keraton Surakarta. Mereka yang hadir adalah abdi dalem keraton, diantaranya: Tumenggung Prodjodipuro, Tumenggung Widjojodipuro, dan Kartikopuro. l purwanto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|