|
Jawa Madura
Kunjungan Wakil Presiden ke Leuwigajah Rusuh
Senin, 28 Pebruari 2005 | 20:14 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:Kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Leuwigajah, Bandung, Jawa Barat, Senin (28/2) berbuntut rusuh. Warga yang tidak puas merusak Kantor Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah.
Warga Kampung Cilimus, korban longsor Leuwigajah, yang dijanjikan berbicara langsung dengan Jusuf Kalla, berang begitu Wakil Presiden itu meninggalkan mereka tanpa berdialog. Mereka melempari kantor milik PD Kebersihan Kota Bandung dengan batu hingga kacanya pecah, barang-barang di dalamnya pun dirusak. Warga pun nyaris
membakar truk pengangkut sampah yang diparkir di pinggir kantor itu.
Kedatangan Jusuf Kalla ke TPA Leuwigajah dijadwalkan hanya mengunjungi Kampung Pojok Cireundeu, Desa Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Warga Kampung Cilimus yang tinggal di pengungsian, yang terpisah gunungan sampah dengan
lokasi yang dikunjung Kalla pun dijemput. Mereka dijanjikan berbincang langsung dengan Wakil Presiden.
Rombongan Wakil Presiden ditemui Bupati Bandung Obar Sobarna bersama Wali Kota Cimahi Itoc Tochija di dalam Posko Kampung Pojok Cireundeu. Di Posko, Kalla mendapat penjelasan dari Bupati Bandung mengenai kejadian longsor yang terjadi Senin,
pekan lalu. Di sana, Kalla menyerahkan bantuan senilai Rp 1 miliar berupa cek di dalam amplop yang diterima Obar Sobarna.
Usai mendapat penjelasan dalam posko, rombongan pun menuju lima ekskavator yang diparkir di depan posko. Dengan menumpang alat keruk itu, Kalla dan rombongan menyeberangi gunungan sampah. Selama setengah jam, Jusuf Kalla bersama rombongan berjalan-jalan di atas gunungan sampah.
Setelah jalan-jalan di atas sampah, Kalla pun kembali ke Posko Kampung Pojok. Hujan lalu turun rintik-rintik. Kalla lalu berjalan ke arah mobilnya diparkir. Di tengah jalan, Kalla langsung dikerubuti wartawan. Warga yang menunggu pun terbengong-bengong.
Hingga akhir jumpa persnya, Kalla pun langsung naik mobil berplat nomor B-2 untuk meninggalkan lokasi.
Sebelum kendaran bergerak, warga Kampung Cilimus kemudian merangsek kendaraan Wakil Presiden. Warga pun menanyakan nasibnya. "Tolong berhenti dulu Pak, tolong perhatikan Pak," kata seorang warga sambil mencegat mobil yang ditumpangi Wakil Presiden.
Kalla pun gelagapan. "Iya nanti saya perhatikan," katanya. Pasukan Pengawal Presiden kelabakan menghalau warga yang merangsek tiba-tiba. Kendaraan Wakil Presiden sempat tertahan beberapa saat, kemudian terbebas dan langsung melaju meninggalkan lokasi.
Warga, yang sebagian besar dari Kampung Cilimus, Kabupaten Bandung, langsung marah-marah. Mereka berteriak-teriak, kecewa tidak jadi bertemu Wakil Presiden. Warga yang datang diantar truk polisi, akhirnya pergi berjalan kaki.
Dalam perjalanan ke Kampung Cilimus, di tengah hujan turun, mereka melewati kantor PD Kebersihan di TPA Leuwigajah. Di sana, warga melampiaskan emosinya. Beberapa di antara warga kampung Cilimus mengambil batu dan dilemparkan ke arah jendela hingga kacanya pecah berantakan. Yang lainnya, masuk ke dalam kantor dan merusak isinya. (Rana Akbari/Ahmad Fikri/Sukma Kartini)
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Tumpukan sampah di Legowa, Jakarta, 13 Mei 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/347/2001; 20010531].](/hg/photostock/2005/02/14/s_K1A34703_high_thumb.jpg) |
![Tambak ikan yang tercemar akibat limbah dari pabrik Mobil Oil di Landing, Loksukon, Banda Aceh. [TEMPO/ Munawir Chalil; 07D/308/1992; 20040717].](/hg/photostock/2005/01/18/s_07D30803_high_thumb.jpg) |
|
|
| Pencemaran Limbah Mobil Oil
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|