Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Barat

Polisi Tahan Direktur Kebersihan Bandung
Minggu, 27 Pebruari 2005 | 21:30 WIB

TEMPO Interaktif, Cimahib>:Polisi menemukan indikasi adanya kelalaian dalam pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Leuwigajah, yang menyebabkan terjadinya longsor pekan lalu. Karenanya, polisi menahan Direktur Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung Awan Gumelar. Penahan dilakuan sejak Sabtu (26/2) dini hari setelah diperiksa secara maraton sejak sehari sebelumnya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polisi Resort Kota Cimahi Ajun Komisaris Polisi Slamet Uliandi mengatakan, Gumelar ditahan karena polisi khawatir tersangka menghilangkan barang bukti yang dibutuhkan. "Data-data tidak ada sama sekali. Makanya saya lakukan penahanan," katanya kemarin di Bandung.

Menurut Slamet, polisi sudah memeriksa 14 orang terkait dengan kejadian longsor yang menewaskan lebih dari 100 orang itu. Mereka antara lain 6 pejabat pengelolaan
sampah dan lingkungan. Pemeriksaan itu terkait dengan tugas pokok yang diemban masing-masing pejabat.


Kepala Dinas Kebersihan dan Dinas Lingkungan Hidup masing-masing wilayah yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi, menurut Slamet, sebenarnya sudah memperkirakan ancaman longsor itu. "Tapi tidak dilakukan penghentian atau pengalihan," katanya.

Untuk pejabat di Cimahi, polisi kemungkintan tak menetapkannya sebagai tersangka. Sebab, Cimahi baru menerima limpahan TPA Leuwigajah sejak 2002, bersamaan dengan berdirinya Kota Cimahi yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bandung.

Hingga Minggu (27/2), polisi baru menahan Awang. Adapun Kepala Dinas Kebersihan Kabupaten Bandung Sudirman tidak ditahan, meskipun telah diperiksa berjam-jam. Besok, polisi akan memeriksa lagi Sudirman.

Ahmad Fikri

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kapal di Pelabuhan Laut Maumere yang hancur setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [TEMPO/ Hidayat SG; 14D/380/93; 20010215]. Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/340/93; 20010215 ].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Longsor di Pangalengan Satu Tewas
Presiden Yudhoyono Kunjungi Barak Relokasi
1500 Karung Pakaian Sumbangan Dijual, Uangnya Dikirim ke Aceh
Sultan Minta Maaf pada Nelayan
Bank di Meulaboh Belum Layani Pinjaman
Bank di Meulaboh Belum Layani Pinjaman kepada Nasabah
Sri Sultan Nyatakan Yogyakarta Aman
Hidayat Nur Wahid Minta Pemerintah Perhatikan Pendidikan Aceh
TNI Akan Perbaiki Jalan Banda Aceh-Meulaboh
BMG: Tidak Ada Badai di Pantai Selatan Jawa
> selengkapnya...


Referensi

Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Palang Merah Indonesia
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data