Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Barat

Polisi Masih Selidiki Longsor Leuwigajah
Jum'at, 25 Pebruari 2005 | 19:55 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung: Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polisi Resort Kota Cimahi Ajun Komisaris Polisi Slamet Uliandi mengatakan, polisi sedang mencari unsur pidana dalam bencana longsornya gunung sampah di tempat pembuangan sampah akhir Leuwigajah. "Saya sedang ada di lapangan bersama tim dari Kementrian Lingkungan Hidup," katanya, kepada Tempo ketika dihubungi, Jumat sore (25/2).

Menurut Slamet pemeriksaan terhadap saksi juga masih terus dilakukan. Hingga saat ini sudah diperiksa 10
orang saksi 3 diantaranya adalah pejabat yang terkait
langsung dengan pengelolaan TPA Leuwigajah, yang terletak di tiga wilayah, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi.

Menurut Slamet, tiga pejabat yang diperiksa sebagai
saksi itu merupakan pimpinan dari PD Kebersihan Kota
Bandung, Unit Pelaksana Teknis Kebersihan Dinas
Lingkungan Hidup Kota Cimahi, dan Dinas Kebersihan
Kabupaten Bandung.

Slamet memperkirakan Sabtu besol (26/2) sudah akan didapatkan kesimpulan pemeriksaan para saksi.

Sementara itu menurut petugas Posko Bencana Alam Kampung
Cilimus, Desa Batujajar Timur, Kabupaten Bandung Beni
mengatakan, pencarian korban tertimbun longsoran sampah masih berlangsung. Hingga sore, baru ditemukan 6 jenazah korban, sehingga seluruh korban longsor TPA Leuwigajah yang ditemukan 75 orang.

Data terakhir pihak Posko menyebutkan, seluruh korban
longsor yang merupakan warga di tiga RW di lokasi Kampung Cilimus berkisar 143 orang. Dari jumlah itu, tinggal 68 orang lagi belum ditemukan. Sedangkan, jumlah warga yang telah melaporkan selamat 315 orang, dan 240 orang diantaranya tinggal di posko pengungsian. Para pengungsi itu, saat ini menempati 12 ruangan kelas di SD Negeri Batujajar II, Desa Batujajar Timur, Kabupaten Bandung.

Ahmad Fikri

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Tumpukan sampah di Legowa, Jakarta, 13 Mei 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/347/2001; 20010531]. Tambak ikan yang tercemar akibat limbah dari pabrik Mobil Oil di Landing, Loksukon, Banda Aceh. [TEMPO/ Munawir Chalil; 07D/308/1992; 20040717].
Pencemaran Limbah Mobil Oil
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jusuf Kalla: Longsor di Leuwigajah Tanggung Jawab Gubernur Jawa Barat
Pengolahan Kompos Rawa Kucing Dituding Hamburkan Anggaran
Bandung Raya Bentuk Korporat untuk Kelola Sampah
Lagi, Dewan Pertanyakan Terminal Pulogebang
Bali Bangun Proyek Pengolah Sampah Jadi Listrik
Presiden Minta Sampah Segera Dibersihkan
DPRD Bekasi Panggil Dinas Kebersihan DKI Jakarta
DPRD Kota Bekasi Panggil Pengelola TPA Bantargebang
Sidang Terdakwa TPST Bojong Harus Adil
DKI Pertimbangkan Insentif Bagi Warga Bojong
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data