|
Jawa Madura
Akibat Banjir, Puluhan Pabrik Tekstil di Bandung Tutup
Jum'at, 25 Pebruari 2005 | 06:40 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:Sekitar 80 perusahaan pabrik tekstil dan garmen di Kabupaten Bandung kini terpaksa tutup karena banjir yang melanda beberapa kawasan di kabupaten tersebut sejak Minggu (20/2) malam.
Menurut Sekretaris Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Barat, Kevin Hartanto, dari 80 perusahaan ini, 30 di antaranya terendam air. "Sebagian lagi tidak bisa beroperasi karena aliran listrik padam dan pengiriman barang terhambat oleh banjir," ujarnya, Kamis (24/2).
Pada kesempatan berbeda, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Barat, Ade Sudradjat, menyatakan saat ini banyak mesin produksi yang terendam air. Pabrik-pabrik yang terendam, antara lain, berada di Jalan Mohamad Toha, Cisirung, Majalaya, dan Dayeuh Kolot. Namun, Ade mengaku belum bisa memastikan berapa kerugian yang ditanggung perusahaan-perusahaan tersebut.
Salah satu perusahaan tekstil yang terkena banjir adalah PT Firmanjaya, yang berlokasi di Jalan Mohamad Toha, Bandung. Menurut salah satu staf Sumber Daya Manusia PT Firmanjaya, 50 persen karyawan di sana tak bisa datang karena kebanjiran. Akibatnya, sejak Senin (21/2), proses produksi di perusahaan tersebut praktis lumpuh. Pasalnya, air yang masuk ke dalam pabrik mencapai sekitar satu meter.
Dari pantauan Tempo, sampai Kamis (24/2) siang, ratusan warga yang terkena banjir masih mengungsi di beberapa tenda penampungan dan fasilitas umum. Mereka belum bisa kembali ke rumah karena tempat tinggalnya masih terendam banjir. Di Desa Cijagra, Kecamatan Bojongsoang, dan Desa Baleendah, Kecamatan Baleendah, misalnya, warga mengungsi di rumah penduduk yang tidak terkena banjir. Sebagian warga ada yang bertahan di tempat umum, seperti gedung olahraga dan bangunan sekolah. (Rana Akbari/Noerma Komalasari/Sukma Kartini)
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|