Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Pipa Pertamina di Kompleks Armatim Meledak
Rabu, 23 Pebruari 2005 | 18:52 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya: Pipa pertamina di dalam Kompleks Armada RI Kawasan Timur (Armatim) Jalan Panti
Mulia Surabaya meledak, Rabu (23/2) pukul 00.50 WIB. Ledakan itu terdengar hingga radius
200 meter. Sekitar 10 mobil pemadam kebakaran dikerahkan.

Menurut keterangan Ny Ika, yang rumahnya berdekatan dengan lokasi, pertama kali dia
mendengar suara ledakan dan goncangan, yang disertai listrik mati. Akibatnya warga
sekitar panik dan berlarian menyelamatkan diri. Sebanyak 40 warga segera menjauh dari
lokasi ledakan.

Kadispen Armatim, Letkol TNI Guntur Wahyudi, membantah terjadi ledakan di Pertamina Armatim.
Menurutnya itu kebakaran yang terjadi pukul 00.50 WIB sampai 02.10 WIB. Ada kebocoran
pada pipa distribusi minyak ke Depo, sehingga menimbulkan percikan api. "Bunyi ledakan itu
mungkin karena pipanya yang terbakar," katanya.

Karena kobaran api cukup tinggi membuat warga panik dan meninggalkan rumahnya, apalagi
jaraknya tidak terlalu jauh dari perkampungan kompleks perumahan TNI AL. Sampai kini
kebakaran ini masih diselidiki penyebabnya. "Siapa tahu pipanya yang tak bagus. Bunyi
dikatakan ledakan salah, siapa tahu pipanya yang jebol," ungkapnya.

Dihubungi terpisah Syaiful Bahri, Kepala Humas Pertamina Unit Pemasaran Dalam Negeri (UPDN)
Jatim, membantah telah terjadi ledakan besar. Ia mengakui lokasi kebakaran adalah bagian
jalur distribusi bahan bakar cair milik Pertamina. "Namun yang terbakar bukan pipanya,"
bantahnya.

Ia menduga kebakaran itu berasal dari travo PLN sehingga mengakibatkan kabel PLN terbakar.
Kemungkinan lainnya, kata Syaiful api berasal dari parit buangan limbah minyak yang mudah
terbakar, sehingga menjalar ke pipa diatasnya. "Saat ini masih kita selidiki," ujarnya.

Ia juga membantah terjadi kerusakan di pipa instalasi premium tersebut. Pipa yang terkena
api itu menurutnya sampai saat ini masih dipakai dan layak pakai. "Distribusi masih
berjalan normal. Kita tak terganggu, tetap jalan," ucapnya.

Ditanya kerugian Pertamina, Syaiful hanya tertawa. Ia mengatakan karena pipanya masih utuh,
Pertamina tak mengalami kerugian apapun. "Kebarannya tak lama kok, hanya beberapa menit,"
tambahnya. Namun Syaiful tak menjelaskan sampai kapan kebakaran itu terjadi. Yang jelas
kata Syaiful kebakaran itu terjadi mulai pukul 00.50 WIB. Untuk mengantispisi kebakaran
selanjutnya, Pertamina membentuk tim yang setiap saat memantau pipa. "Pipa ini memang
harus diawasi," jelasnya.

Adi Mawardi-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kebakaran tangki minyak bumi di LNG Badak, Kalimantan Timur. [Ardjus; 13D/067/1992; 20030131]. Suasana kebakaran rumah di jalan Petojo Binatu Gg. IV Kelurahan Petojo Utara, Jakarta, (29/04/2001) [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/260/2001; 20010518].
Kebakaran tangki minyak LNG Badak
Kebakaran Rumah di Petojo Binatu
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sutiyoso Yakin Persepsi Korupsi Jakarta Akan Membaik
Kondisi Udara Bandara Pekanbaru Masih Mengkhawatirkan
Kapal Bermuatan Minyak Terbakar
Pesantren Putri Cibogo Terbakar
Pasar Sentral Wua-wua Kendari Terbakar
Kantor Kabupaten Kepri Terbakar
70.000 Hektare Hutan di Riau Terbakar Sejak 1997
Pasar Sentral Poso Terbakar
Sumber Kebakaran di Cipinang Besar Diduga Hubungan Arus Listrik
Akibat Kabut Asap, Murid Sekolah di Duri, Riau Diliburkan
> selengkapnya...


Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data