|
Untuk Pilkada, KPUD Akan Utang
Selasa, 22 Pebruari 2005 | 16:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Yogyakarta – Komisi Pemilihan Umum di Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengajukan utang kepada pemerintah guna membiayai pemilihan kepala daerah (pilkada) yang akan diselenggarakan pada pertengahan Juni mendatang. Tiga kabupaten di DIY yaitu Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kabupaten Gunungkidul saat ini sedang melakukan persiapan pilkada dan belum memiliki dana yang cukup. "Belum satupun dari tiga kabupaten ini yang dananya sudah diketok," kata Ketua KPUD DIY, Suparman, Selasa (22/2).
Menurut Suparman, persiapan yang dilakukan di ketiga kabupaten tersebut baru sebatas perencanaan dan rapat-rapat. "Untuk realisasi kegiatannya belum bisa dilaksanakan karena terhambat masalah dana,"katanya.
Dengan kondisi seperti ini, lanjut Suparman, pihak KPUD mendesak kepada pemerintah daerah dan DPRD untuk dapat segera merealisasikan dana yang seharusnya dikucurkan untuk pilkada. Di tiga kabupaten DIY kemungkinan masing-masing membutuhkan dana sekitar Rp 6 sampai 7 miliar. "Untuk Sleman sendiri mungkin butuh dana sekitar Rp 8 sampai 9 miliar,"katanya.
Meskipun dana belum juga turun sampai saat ini, kata Suparman, namun pilkada pada Juni 2004 mendatang tidak lagi dimungkinkan untuk batal. Karena peraturan pemerintah sudah turun dan juga sudah dijadwalkan sesuai dengan undang-undang. "Untuk permasalahan dana ada mekanisme utang. Kami akan segera mengajukan utang kepada pemerintah untuk mendanai pilkada terlebih dahulu baru kemudian nanti dikembalikan jika dana sudah diketok," katanya. Putri Alfarini
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|