|
Nusa
Penderita Sakit Jiwa di Yogyakarta Makin Banyak
Senin, 21 Pebruari 2005 | 20:42 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Jumlah penderita sakit jiwa di Provinsi Daeraj Istimewa Yogyakarta terus meningkat. Penderita tidak lagi didominasi masyarakat kelas bawah. Kalangan pejabat dan masyarakat lapisan menengah ke atas, juga tersentuh gangguan psikotik dan depresif.
Kecenderungan itu tampak dari banyaknya pasien yang menjalani rawat inap maupun rawat jalan di RS Grhasia Yogyakarta dan RS Sardjito Yogyakarta. Pada dua rumah sakit terseebut pasien sakit jwa terus bertambah sejak 2002 lalu.
Pada 2003 jumlahnya mencapai 7.000 orang, sedang 2004 naik menjadi 10.610 orang. Mereka ini rawat jalan. Sedang pasien yang rawat inap mencapai 678 orang pada 2003 dan 2004 menjadi 1.314 orang.
"Yang menarik, penderita gangguan jiwa sekarang tidak lagi didominasi kalangan bawah tetapi kalangan mahasiswa, pegawai negeri sipil, pegawai swasta, dan kalangan profesional," kata Direktur RS Grhasia Yogyakarta dr. Andung Prihadi Santoso kepada Tempo, Senin (21/2).
Pasien jiwa dari kalangan menengah ke atas, kata Andung, kebanyakan disebabkan tidak mampu mengelola stres. Sebagian dari mereka, kata dia, ada yang mengelami post power syndrome akibat dipecat atau terkena mutasi jabatan.
Sementara itu, Kepala Staf Medik Fungsional Jiwa di RS Sardjito Yogyakarta Prof. Dr. Suwadi mengatakan, pada 2003 jumlah penderita jiwa yang dirawat inap sebanyak 371 pasien. Tahun 2004, kata dia, jumlahnya meningkat menjadi 433 pasien. Jumlah itu, kata dia, belum termasuk pasien rawat jalan di poliklinik yang sehari rata-rata 25 pasein.
Syaiful Amin-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Terdakwa kasus korupsi Pertamina dalam proyek pembangunan kilang minyak exor Balongan, Tabrani Ismail memberikan penjelasan kepada hakim ketua dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, 9 Oktober 2003. [TEMPO/Santirta M; K18A/449/2003; 20031009].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K18A44903_high_thumb.jpg) |
![R Mulawarman saat memberikan kesaksian pada sidang kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita dengan terdakwa Tommy Soeharto di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Rabu, 24 April 2002. [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20020402].](/hg/photostock/2005/01/25/s_AR02042402_high_thumb.jpg) |
| Tabrani Ismail di PN Jakpus
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|