|
Jawa Timur
22,67 Persen Siswa di Kota Malang Diprediksi Tidak Lulus Ujian Nasional
Senin, 21 Pebruari 2005 | 18:15 WIB
TEMPO Interaktif, Malang: Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memprediksi jumlah siswa SMP, SMU dan SMK di Kota Malang yang tidak lulus ujian nasional akan mencapai 22,67 persen atau sekitar 5.407 dari total 23.849 siswa. Jumlah ini meningkat dibandingkan jumlah siswa yang tak lulus ujian nasional pada 2004 yang mencapai 17 persen.
Penyebab kenaikan tersebut, menurut Kepala Diknas Kota Malang, M. Shofwan karena adanya kenaikan standar ujian nasional dari 4.01 menjadi 4,25. "Siswa belum siap dengan kenaikan standar tersebut," katanya kepada wartawan, Senin (21/2).
Shofwan menuturkan prediksi ini diambil berdasarkan pemantauan peta kerawanan siswa yang dibuat Diknas Kota Malang. Dari 5.407 siswa yang terancam tidak lulus itu,
1.827 adalah siswa SMP dari 10.760, 1.321 adalah siswa SMU dari sekitar 6.768 siswa dan 2.215 adalah siswa SMK dari sekitar 6.321, yang akan mengikuti UN.
UN sebagai standar kelulusan, ungkap Shofwan, memang tidak mutlak menjadi satu-satunya standar kelulusan. Selain UN, masih ada evaluasi siswa yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru melalui rapat pleno. "Yang menentukan lulus dan tidaknya siswa tetap diserahkan pada sekolah," katanya.
Meski demikian, untuk menekan tingginya angka siswa yang tidak lulus, Diknas Kota Malang telah mengumpulkan seluruh kepala sekolah dan pengawas se-Kota Malang. Dalam pertemuan tersebut, Shofwan meminta agar pengawas dan kepala sekolah berkoodirnasi dengan guru bidang studi dan orang tua murid.
Bibin Bintariadi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|