|
Jawa Madura
59 Kantong Darah PMI Kota Malang Terinfeksi HIV/AIDS
Minggu, 20 Pebruari 2005 | 17:08 WIB
TEMPO Interaktif, Malang:Sebanyak 59 dari 23.528 kantong darah hasil donor di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang selama 2004 diketahui terinfeksi virus HIV/AIDS. Darah tersebut terinfeksi dari 59 pendonor -30 persennya pendonor rutin dan 70 persen pendonor baru.
Menurut Kepala Seksi Medis Teknis PMI Kota Malang, dr. June Legiawati, adanya darah yang terinfeksi di kantong darah PMI terjadi karena pendonor tidak mengetahui jika dirinya mengidap virus HIV/AIDS. "Ketika dilakukan pemeriksaan, ternyata pendonor positif terserang HIV/AIDS,” kata June Legiawati kepada Tempo, Minggu (20/2).
Ia menuturkan, masyarakat tidak perlu khawatir karena darah yang positif terinveksi virus HIV/AIDS sudah dimusnahkan di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang. Ia meyakinkan, "Darah yang terinfeksi penyakit pasti langsung bisa dideteksi, jadi tak mungkin didistribusikan ke masyarakat."
Selama ini, PMI selalu melakukan tes darah untuk menghindari darah terkontaminasi virus HIV/AIDS, hepatitis B, hepatitis C, dan sipilis. Biaya tes empat penyakit tersebut sebesar Rp 120 ribu per sample darah. "Biaya tes sangat besar,” kata June, sehingga PMI kesulitan biaya.
PMI Kota Malang hanya mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat berupa zat reagen, yakni zat yang digunakan untuk mendeteksi darah yang terinfeksi HIV/AIDS. Bantuan tersebut sebanyak 20 reagen per tahun dengan harga Rp 3 juta per reagen. Jumlah tersebut jauh dari mencukupi dibandingkan dengan kebutuhan PMI Kota Malang yang mencapai 40 reagen per tahun.
Untuk penelitian (screening) penyakit lainnya, yakni hepatisi B, hepatitis C, dan spilis, PMI tidak mendapatkan subsidi sama sekali. Karena itu, PMI mengutip dana pengganti biaya screening dari setiap kantong darah yang didistribusikan. PMI juga meminta sumbangan kepada masyarakat yang dikutip melalui dinas-dinas di Pemerintah Kota Malang.
Anggota Komisi Penanggulangan AIDS Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Malang dr. Enny Sekar mengatakan, jumlah penderita HIV-AIDS di Kota Malang dalam kurun tujuh tahun terakhir 55 orang. Jumlah penderita yang meninggal 16 orang. Umur penderita yang terbesar berkisar 30-39 tahun (42,2 persen) dan 20-29 tahun (39,8 persen). Data ini diambil dari pukesmas di Kota Malang, klinik-klinik pengobatan, dan informasi dari lembaga swadaya masyarakat peduli HIV/AIDS.
Data di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang menyebutkan, jumlah penderita HIV/AIDS sejak 1997 mencapai 83 orang. Mereka terdiri dari 70 pria dan 13 wanita, dengan jumlah meninggal sebanyak 31 penderita.
Komisi Penanggulangan AIDS Kota Malang saat ini melakukan pendampingan terhadap kelompok yang rawan terkena penyakit HIV/AIDS. Jumlah yang didampingi sebanyak 155 pekerja seks komersial pria, 124 waria, 59 pekerja seks komersial perempuan, dan 318 pengguna narkoba suntik. Komisi ini juga melakukan pelatihan kepada 180 petugas pemandi jenazah. "Para pemandi jenazah juga sangat berisiko tinggi," kata dr. Enny Sekar. (Bibin Bintariadi)
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|