|
Jawa Madura
Minimnya Anggaran Hambat Pilkada di Serang
Minggu, 20 Pebruari 2005 | 15:22 WIB
TEMPO Interaktif, Serang:Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Serang kini menghadapi kesulitan membiayai pelaksanaa pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung yang akan digelar Juni 2005 mendatang.
Ketua KPUD Kabupaten Serang Omo Sukatma mengatakan, untuk menyelenggarakan pilkada secara mandiri, KPUD memerlukan dana Rp 19 miliar, sedangkang anggaran yang telah disetujui DPRD Kabupaten Serang hanya Rp 10 miliar. "Anggaran yang kecil ini berpotensi mengganggu kelancaran pelaksaanaa pilkada," kata Omo kepada Tempo, Minggu (20/2).
Menurut perhitungan KPUD Serang, anggaran Rp 19 miliar itu untuk membiayai kegiatan penyelenggaraan pilkada mulai dari pencetakan surat suara, tinta, bilik suara, ongkos distribusi, honor panitia dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten, serta biaya non teknis seperti pengamanan, sosialisasi, dan sebagainya. “Kami belajar dari penyelenggaraan pemilu legislatif dan presiden belum lama ini. Seluruh biaya dan variabel-variabelnya kami rekap, kemudian kami hitung ulang berdasarkan harga-harga yang berlaku sekarang. Angka itulah yang dihasilkan,” ujarnya.
Kendati anggaran pilkada dari APBD Kabupaten Serang sudah disetujui DPRD setempat beberapa waktu lalu, hingga kini dana tersebut belum cair. Untuk biaya operasional dan persiapan, KPUD terpaksa meminjam dana pada pihak ketiga. “Saya tidak tahu kapan dana pilkada yang telah dianggarkan dan disetujui itu akan dikucurkan,” kata dia. “Kami bahkan selama dua bulan belum terima uang kehormatan."
Omo mengatakan, terhambatnya pencairan dana berdampak serius terhadap persiapan dan tahapan pilkada. Jika anggaran tidak cair sampai pertengahan Maret atau April 2005, ia memastikan pilkada tertunda. (Faidil Akbar)
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|