Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Cirebon

45 Ulama Ultimatum Bandar Judi Tinggalkan Cirebon
Sabtu, 19 Pebruari 2005 | 16:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Para ulama yang tergabung dalam Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) sewilayah III Cirebon mengultimatum semua bandar judi togel maupun bentuk perjudian lainnya untuk menghentikan seluruh aktivitas mereka di seluruh wilayah III Cirebon. Dalam pertemuan 45 kiai FUI di Pesantren Jagasatru Cirebon pada Sabtu, (19/2), ketua FUI sewilayah III Cirebon, KH Salim Badjri, menegaskan agar seluruh Bandar togel segera meninggalkan wilayah III Cirebon karena keberadaan mereka sudah sangat meresahkan.

"Keberadaan mereka kembali di wilayah III Cirebon sudah sangat meresahkan masyarakat dan ulama. Karenanya secara tegas kami meminta agar mereka segera meninggalkan wilayah III Cirebon ini," kata Salim. Diamemberikan waktu 7x24 jam kepada para Bandar judi togel dan semua bentuk perjudian lainnya untuk meninggalkan seluruh wilayah III Cirebon. Jika tidak, para ulama tidak akan bertanggung jawab kalau masyarakat bertindak sendiri melakukan sweeping terhadap setiap bandar, pengedar dan pembeli judi togel maupun judi lainnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Balerante, KH Anom Kusumajati yang akrab dipanggil Abah Anom, meminta kepada aparat hukum bertindak tegas terhadap semua bandar judi. "Selama ini wilayah III Cirebon identik sebagai kota wali. Tolong aparat keamanan mengusir, karena beroperasinya mereka hanya akan meresahkan masyarakat," kata Anom menegaskan.

Ia meminta agar aparat keamanan tidak bermain mata dan membekingi bandar-bandar judi. Berdasarkan data yang diterima Tempo dari Muhammad Usman, salah satu anggota FUI, peredaran judi di kota dan kabupaten Cirebon mencapai Rp 3 miliar per hari. Majalengka Rp 1 miliar, Kuningan Rp 1 miliar, Indramayu 1 miliar. "Kami mensinyalir uang hasil judi ini banyak yang masuk ke kantong-kantong aparat yang bermain mata dengan bandar judi".

Ivansyah-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Anggota KORPRI/Pegawai Negeri sedang bermain gaple/domino [ Gatot Sriwidodo/TEMPO; 05d/027/91; 20000617 ] Penduduk sedang bermain gaple/domino [ Dahlan RP/dok TEMPO; 39c/463/89; 20000617 ]

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Judi di Perumahan Gading Serpong Jalan Terus
Habib Rizieq Shihab : Soal Omni Batavia, Media dan Pemerintah Tak Adil.
Terpilihnya Bobby Jayanto Ditolak Rakyat Kepri
Ketua MPR dan MUI Kecam Anarkisme FPI
Ketua MPR dan MUI Minta FPI Hentikan Sweeping
Judi Mesin dan Kasino Tetap Buka di Bulan Ramadhan
Togel Tetap Marak di Mataram
PKS Desak Tempat Hiburan Malam Ditutup Selama Ramadhan
Polwil Surakarta Ancam Tembak Bandar Judi
Eurico Guteres Dikenakan Wajib Lapor
> selengkapnya...


Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data