Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Timur

Jeroan Sapi Impor Banjiri Jawa Timur
Rabu, 16 Pebruari 2005 | 19:55 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya:Jeroan daging sapi impor dari India dan Amerika membanjiri sejumlah kota di Jawa Timur. Jantung, hati, limpa, dan tetelan sapi impor itu diperkirakan dipasok importir dari Jakarta. Karena harganya yang murah, para pedagang daging lokal menjadi cemas.

Dinas Peternakan Jawa Timur menemukan, pasokan jeroan daging sapi impor ke Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Trenggalek, Pamekasan, Sumenep dan daerah lain itu telah terjadi sejak sebulan terakhir ini. "Jeroan impor itu dijual secara bebas di pasar-pasar tradisional maupun supermarket," kata Sigit Hanggono, Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, kemarin di Surabaya, Jawa Timur.

Sigit menerangkan, harga jual tetelan dan jeroan sapi impor antara Rp 13- Rp 14 ribu per kilogram. Untuk sapi lokal, harganya antara Rp 16- Rp 18 ribu per kilogram. "Masuknya daging tetelan dan jeroan impor ini merugikan para peternak lokal. Kami sudah mengirim surat pada Direkur Jenderal Bina Produksi Peternakan Departemen Pertanian, tapi hingga kini belum ada tanggapan," ujarnya.

Mengapa harga tetelan dan jeroan impor sangat murah? Menurut Sigit, jeroan dan tetelan sapi di luar negeri, tidak dikonsumsi manusia. Biasanya, jenis ini dibuang atau untuk makanan buaya dan harimau. "Jadi saat diimpor, tentu saja harganya sangat murah," paparnya.

Adi Mawardi

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Menteri Pertanian (Mentan) Ir. Wadoyo diwawancara wartawan di gedung MPR/DPR RI, Jakarta, 1991. [TEMPO/Robin Ong; 07D/341/1992; 20040714].
Ir. Wadoyo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Departemen Pertanian: Produksi Beras Cukup
Pemerintah Komitmen Jadikan Pertanian Sebagai Perioritas
Deptan Anggarkan Penjaminan Pembiayaan Syariah
Kemampuan Pemerintah Beli Beras Maksimal 10 persen
20 Persen Sawah di Aceh Rusak Akibat Bencana
Komoditas Pertanian Impor untuk Aceh Tetap Harus Masuk Karantina
Pemerintah akan Impor 500 Ribu Ton Gula
Deptan Usul Kenaikan Harga Gabah Rp 100/Kg
Di Mataram, Ribuan Unggas Mati Terserang Virus Flu
Menteri Pertanian Tolak Cabut Subsidi Pupuk
> selengkapnya...


Referensi

Anthrax
Flu Burung
PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
Inpres RI No. 8 Tahun 2000 Tentang Penetapan Harga Dasar Gabah Serta Harga Pembelian Gabah dan Beras
Daerah Endemis Antrax di Indonesia
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data