Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

DI Yogyakarta

Sultan Minta Maaf pada Nelayan
Minggu, 13 Pebruari 2005 | 19:20 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Sultan Hamengku Buwono X menemui para nelayan di sepanjang pantai selatan DI Yogyakarta, Minggu (13/2), menyusul makin tipisnya peluang terjadinya badai tropis Harvey. Kepada para nelayan dan warga Sultan meminta maaf jika peringatan akan datangnya badai tropis itu ada yang dirugikan.

"Saya minta maaf yang sebesar-besarnya jika ada yang dirugikan akibat pengumuman tentang kemungkinan datangnya badai. Hal itu saya lakukan sebagai bentuk tanggung jawab saya untuk melindungi rakyat. Saya tidak ingin ada korban jiwa jika badai itu benar-benar datang," kata Sultan saat berdialog dengan para nelayan dan masyarakat di Pantai Trisik, Kabupaten
Kulonprogo.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Sultan saat bertemu dengan nelayan dan masyarakat di Pantai Depok, Kabupaten Bantul, maupun di Pantai Baron, Kabupaten Gunungkidul.

Rombongan Sultan berangkat dari kompleks gubernuran dengan rombongan besar. Hampir seluruh pejabat teras Pemprov DI Yogyakarta ikut serta dalam kunjungan ini, termasuk Wakil Gubernur Pakualam IX. Dalam kunjungan ini Sultan mengajak serta GKR Hemas serta GRAj Nurabra Juwita, putri ketiganya.

Selain berdialog dengan nelayan dan warga setempat di Pantai Trisik, Sultan juga sempat meninjau tempat pelelangan ikan. Hal yang sama juga dilakukan Sultan di Pantai Depok. Bahkan di tempat itu Sultan sempat turun ke bibir pantai menyambut nelayan yang baru saja datang melaut.

Heru CN

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kapal di Pelabuhan Laut Maumere yang hancur setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [TEMPO/ Hidayat SG; 14D/380/93; 20010215]. Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/340/93; 20010215 ].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bank di Meulaboh Belum Layani Pinjaman
Bank di Meulaboh Belum Layani Pinjaman kepada Nasabah
Sri Sultan Nyatakan Yogyakarta Aman
Hidayat Nur Wahid Minta Pemerintah Perhatikan Pendidikan Aceh
TNI Akan Perbaiki Jalan Banda Aceh-Meulaboh
BMG: Tidak Ada Badai di Pantai Selatan Jawa
9-11 Februari Nelayan Tidak Melaut
TNI Bangun Jalan Meulaboh-Banda Aceh dengan Operasi Sangkuriang
Menhub Minta Masyarakat Waspadai Badai
Gelombang Pasang Setinggi 4 Meter Melanda Pantai Baron
> selengkapnya...


Referensi

Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Palang Merah Indonesia
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data