Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Bandara Ahmad Yani Kembali Normal
Minggu, 13 Pebruari 2005 | 17:46 WIB

TEMPO Interaktif, Semarang:Setelah menutup penerbangan untuk pesawat berbadan besar selama sehari karena tergelincirnya pesawat Mandala PK RIJ 296, mulai Minggu (13/2) ini Bandara Ahmad Yani kembali beroperasi normal. Hal ini setelah tim evakuasi berhasil memindahkan badan pesawat sepenuhnya Minggu dini hari.

Penerbangan pertama pesawat Garuda dari Jakarta mendarat di Bandara Ahmad Yani Minggu pukul 06.20 WIB kemudian pesawat itupun kembali berangkat ke Jakarta. Keberhasilan ini sesuai yang dijanjikan Kepala Cabang Angkasa Pura II Bandara Ahmad Yani Purnomo disela evakuasi Sabtu (12/2).

Pada saat penutupan bandara, penerbangan dengan pesawat badan besar seperti Garuda dialihkan ke Bandara Adi Sumarmo di Solo, sementara untuk penerbangan dengan pesawat Mandala dialihkan ke Bandara Adi Sucipto di Jogjakarta. Pengalihan penumpang menuju ke Jakarta, Surabaya atau dari Jakarta dan Surabaya ke Solo dan Jogja dilakukan dengan belasan bus yang dicarter oleh maskapai masing-masing.

Sementara untuk penerbangan dengan pesawat jenis Short dan ATR seperti milik maskapai Trigana, Kalstar, Deraya tak mengalami gangguan dan tetap dilakukan di Bandara Ahmad Yani.

Purnomo menolak mengatakan kerugian yang dialami Bandara Ahmad Yani karena kecelakaan ini. “Yang penting semua lancar dululah dan bandara bisa dipakai normal lagi,” elaknya.

Dian Yuliastuti

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh  dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]



Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh di dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]
Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

DPR: Ada Ketidakberesan Dalam Industri Penerbangan
Angin Diduga Gelincirkan Pesawat Mandala
Mandala Air Tergelincir, 92 Penumpang Selamat
Pesawat Latih Bravo Tak Dipakai Lagi
Pilot Pesawat Latih TNI AU yang Jatuh Akhirnya Tewas
Pilot Pesawat Latih Meninggal Dunia
Penyebab Utama Kecelakaan Lion Air Hydroplaning
Pesawat Latih TNI AU Jatuh Menimpa Rumah Penduduk
Pasien Demam Berdarah di RS Tarakan Terus Meningkat
Tim Investigasi Perhubungan Selidiki Tergelincirnya Lion Air
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
Lion Air


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data