Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Kasus Bunuh Diri di Gunungkidul 95 Persen dengan Cara Gantung Diri
Minggu, 13 Pebruari 2005 | 11:52 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Kasus bunuh diri di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, belum bisa ditekan. Modusnya, sekitar 95 persen dilakukan dengan cara gantung diri.

Angka ini lebih tinggi dari angka kematian akibat penyakit demam berdarah di kawasan ini yang berkisar 5-6 kasus per tahun. Hal tersebut diungkap Kasat Bina Mitra Polres Gunungkidul Ajun Komisaris Polisi S. Priyono, Sabtu (12/2).

Menurutnya, angka bunuh diri tiap tahun di Gunungkidul mengalami naik turun yang cukup fleksibel. Dari data yang dihimpun, pada 1999 kasus bunuh diri ada 39 orang, pada 2000 ada 26 orang, pada 2001 terdapat 25 orang yang bunuh diri, pada 2002 ada 29 orang, pada 2003 ada 26 orang dan pada 2004 ada 31 orang.

“Hampir 95 persen kasus bunuh diri tersebut dilakukan dengan cara gantung diri. Jika ada sebab lain seperti minum racun itu hanya satu dua saja,” papar Priyono.

Pada awal 2005, dia menambahkan, sudah ada dua kasus bunuh diri. Itu dilakukan Adi Sumarto, 45 tahun, asal Kecamatan Panggang dan Sutono, 55 tahun, asal Desa Gedang Rejo, Kecamatan Karangmojo.

Priyono menjelaskan, penyebab bunuh diri umumnya pelaku enderita penyakit menahun, permasalahan keputusasaan yang bukan hanya karena masalah ekonomi, serta adanya mitos pulung gantung. Mitos ini berupa adanya sekelebat cahaya yang dipercaya bila jatuh di suatu tempat, disitu akan ada yang bunuh diri.

“Bunuh diri di Gunungkidul yang dengan cara menggantung ini juga ada pengaruh budayanya, terutama pada orang-orang yang sudah lanjut usia,” kata Priyono.

Putri Alfarini-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Korban Meninggal Akibat Diare di NTT Terus Bertambah
Puluhan Pejabat Pemerintahan Purwakarta Kehilangan Jabatan
Penderita Diare Penuhi Rumah Sakit di Semarang
Puluhan Pejabat di Kota Tangerang Diganti
Korban Tewas Akibat Diare di NTT Terus Bertambah
Pemerintah Flores Timur Alokasikan Rp 100 Juta untuk Wabah Diare
Sepuluh Kecamatan di Kota Bekasi Diserang Wabah Diare dan Muntaber
Korban Diare di Nusa Tenggara Timur Meningkat
Muntaber Meningkat, Camat dan Kuwu Dilarang Keluar Indramayu
Penderita Demam Berdarah dan Diare Terus Meningkat
> selengkapnya...


Referensi

Diare
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1331/ Menkes / SK / X / 2002. Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No.167 / KAB / B.V I I I / 1972. Tentang Pedagang Eceran Obat
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
UU RI No.23 Thn.1992 Tentang Kesehatan

Website

Info Penyakit Menular
Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data