Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Hamengku Buwono X akan Beri Penjelasan Kepada Nelayan
Jum'at, 11 Pebruari 2005 | 17:11 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan siap memberi penjelasan kepada para nelayan di wilayah DI Yogyakarta berkait prediksi badai tropis yang membuat para nelayan was-was. Hanya saja, Sultan masih akan meminta data terakhir dari Badan Meteorologi dan Geofisika Jawa Tengah dan Meteorologi Lanud Adi Sucipto mengenai kepastian badai tropis tersebut.

"Masih ada dua hari, Jumat dan Sabtu. Makanya saya akan minta ke Lanud Adi Sucipto dan BMG Jawa Tengah untuk mengidentifikasi kecenderungan badai tropis itu bagaimana. Kalau positif tidak ada masalah, hari Minggu saya akan ke Kulonprogo, Bantul dan Gunungkidul untuk memberi penjelasan kepada mereka supaya para nelayan melaut lagi," kata Sultan saat ditemui di Kepatihan, Jumat (11/2).

Menurut Sultan, sebelum ada kepastian dari BMG mengenai ancaman badai tropis, masyarakat tetap diminta waspada. Sebab, kata dia, pada Kamis malam sempat hujan deras disertai angin kencang di sejumlah daerah mulai dari Klaten hingga Cilacap. Potensi angin kecang disertai badai, kata dia, masih sangat mungkin terjadi di wilayah Yogyakarta. "Saya tidak bisa memastikan dan saya tidak berani mengatakan, sekarang sudah aman. Sebab kalau tiba-tiba besok terjadi badai tropis bagaimana," tegas Sultan.

Tentang kewaspadaan masyarakat hingga mereka mengungsi, Sultan mengatakan, pihaknya memang meminta agar masyarakat waspada. Hanya masalahnya, masyarakat mengartikan waspada terlalu jauh hingga mengungsi.

Sementara itu, dari kantor Meteorologi Lanud Adi Sucipto dilaporkan, angin cylon yang menyebabkan badai tropis dipastikan sudah pecah pada Kamis (10/2). Berdasar foto satelit, angin cylon telah pecah beberapa mil di sekitar Australia. "Kondisi sekarang sudah normal. Angin cylon sudah pecah dan kecepatan angin berkisar 5 sampai 10 knot. Potensi hujan deras sangat terbuka. Tetapi di wilayah Jawa, angin kencang yang tidak beraturan karena sering berubah arah dengan disertai hujan dan petir masih terjadi," kata Petugas Meteorologi Lanud Adi Sucipto, Serka Husein, kepada Tempo.

Sementara itu masyarakat dan tim SAR di kawasan pantai Selatan, hingga saat ini masih tetap waspada. Mereka masih siaga 24 jam untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Di Kecamatan Kretek Kabupaten Bantul, misalnya, posko dan operator radio masih siaga 24 jam. "Kami tetap diminta waspada dan kami tidak berani berspekulasi bahwa ancaman bencana alam sudah tidak ada," kata Retno Murtiningsih, petugas piket di Kecamatan Kretek.

Syaiful Amin


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Penerbangan dari dan ke Soekarno-Hatta Normal
Hujan Deras Masih akan Mengguyur Jakarta
Badai Tropis Harvey Mulai Menghilang
BMG Selaparang Keluarkan Peringatan Waspada Gelombang
BMG: Tidak Ada Badai di Pantai Selatan Jawa
9-11 Februari Nelayan Tidak Melaut
Sultan Punya Firasat akan Terjadi Bencana Alam di Pantai Selatan
Puluhan Nelayan Mengungsi
BMG Tidak Dapat Meramal Terjadinya Hujan Es
Prabowo dan Hamengku Buwono X Bertemu Tiga Jam
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data