Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Sri Sultan Nyatakan Yogyakarta Aman
Jum'at, 11 Pebruari 2005 | 17:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan, wilayah Yogyakarta terutama pantai-pantai sudah aman.Berdasarkan data yang dia peroleh, tidak ada lagi anca man badai tropis.

Penjelasan Sultan itu disampaikan Bupati Gunungkidul Drs. H. Yoetikno, Jum’at (11/2), sehubungan dengan keresahan warga akan adanya badai tropis di Laut Selatan.

“Karena situasi sudah aman, Sultan minta masyarakat kembali bekerja seperti biasa sesuai profesi masing-masing. Paling lambat Senin (14/2) semua aktivitas diharapkan dapat segera kembali normal,” kata Yoetikno.

Pernyataan Sultan mengenai kondisi aman tengah dinanti-nanti. “Dengan pernyataan aman dari Sultan, saya berharap kondisi perekonomian yang sempat lumpuh dapat bergerak kembali,” harapnya.

Para nelayan, pemilik warung makan, dan para pedagang souvenir, pinta bupati, segera beraktivitas kembali seperti semula. Warga juga diminta tidak takut untuk datang ke lokasi wisata.
Menjelang 1 Suro yang jatuh pada Kamis, 10 Februari, sempat tersebar isu bakal munculnya badai tropis di wilayah Yogyakarta. Akibatnya, sebagian besar warga panik.

Adai tropis yang diasumsikan akan terjadi bencana seperti di Aceh, membuat warga yang merantau ke kota cepat-cepat pulang. Arus lalu lintas padat. “Lonjakan penumpang mencapai 30 persen,” ujar Ketua Bus Malam Wonosari Hartono.

Isu badai juga sempat membuat nelayan di pantai-pantai di Gunungkidul tidak melaut, para pedagang memboyong dagangannya pulang. Kunjungan wisata mencapai titik terendah. Hujan dua hari Kamis (10/2) dan Jum’at (11/2) di Gunungkidul sempat menimbulkan kepanikan warga.

Putri Alfarini-Tempo


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana genangan air/ banjir di Pluit, Jakarta, 1996 [Dok. TEMPO; R1A/305/1996; 20010324]. Kapal di Pelabuhan Laut Maumere yang hancur setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores 1993 [TEMPO/ Hidayat SG; 14D/380/93; 20010215].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Korban Meninggal DBD Jakarta Selatan Jadi Tujuh Orang
Kota Bekasi Sudah Siaga DBD
Kota Bogor Masuk Siaga DBD
Nama Calon Kepala Staf TNI Sudah di Tangan Presiden
Presiden Akan Canangkan Pemberantasan Sarang Nyamuk
Warga Khawatirkan Tanggul Sungai Citarum Jebol
Hujan Deras Turun Merata di Bogor
Jakarta Timur Tambah Dua Kelurahan Merah
Presiden Canangkan Pemberantasan Sarang Nyamuk Nasional
Hujan Deras Masih akan Mengguyur Jakarta
> selengkapnya...


Referensi

Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1331/ Menkes / SK / X / 2002. Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No.167 / KAB / B.V I I I / 1972. Tentang Pedagang Eceran Obat
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi
Status Propinsi Terhadap KLB DBD (sampai dengan 17 Maret 2004)
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Palang Merah Indonesia
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data