|
Nusa
PDI Solo Dukung The Gang Of Three Dampingi Mega
Kamis, 10 Pebruari 2005 | 02:35 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: The Gang of Three yang disebut-sebut Kwik Kian Gie sebagai pihak yang membuat PDI
Perjuangan bertanggung jawab atas kekalahan Megawati dalam pemilihan presiden tahun lalu
masih mendapat dukungan dari daerah untuk kembali menjadi pengurus harian DPP PDI
Perjuangan. DPC PDIP Kota Solo, yang Rabu (9/2) menggelar Konfercabsus memilih utusan
konggres di Bali, memutuskan untuk mengajukan ketiga tokoh sebagai nominasi pendamping
Megawati.
"Konfercabsus yang diikuti seluruh utusan dari anak cabang dan pengurus DPC Kota Solo
merekomendasikan agar formatur yang nanti terpilih memasukkan Sutjipto, Gunawan Wirosarojo
Pramono Anung sebagai pengurusan DPP lima tahun mendatang," ujar Ketua DPC PDIP Solo,
FX Hadi Rudyatmo kepada Tempo, Rabu (9/2).
Menurut Rudyatmo, selain menyebutkan nama calon ketua umum, dalam konggres sesi
pemandangan umum para utusan cabang juga diberi hak mengusulkan nama-nama yang akan
dinominasikan sebagai pengurus DPP. PDIP Kota Solo memiliki 22 nama yang akan diusulkan.
Selain ketiga orang tersebut, tokoh gerakan pemurnian partai Kwik Kian Gie, Tjahjo Kumolo
juga akan disebut dalam kongres. "Semua yang dinominasikan merupakan orang yang lama ikut
membangun partai. Tidak ada nama semacam Budiman Sudjatmiko," tambah Hariadi Saptono,
Wakil Sekretaris DPC PDIP Solo.
Konfercabsus yang dipimpin Sekretaris DPD Jawa Tengah Maulen Sinaga itu juga bersepakat
mengusung nama Megawati Soekarnoputri sebagai calon tunggal ketua umum. PDI P Kota Solo
yang menetapkan empat utusan konggres, yakni Hadi Rudyatmo, Hariadi Saptono, Supardi dan
Teguh Prakoso juga akan memperjuangkan agar Megawati menjadi formatur tunggal untuk
menyusun struktur kepengurusan DPP. Menurut Hariadi, formatur tunggal tersebut merupakan
tuntutan kondisi obyektif partai. "Agar titipan dari luar tidak bisa masuk," kata Hariadi.
Ditambahkannya, untuk menghindari manipulasi dukungan keempat utusan yang dipilih dengan
voting itu juga diberi amanat agar di dalam kongres yang berlangsung di Bali awal Maret
nanti juga memperjuangkan untuk menjadikan Megawati sebagai ketua umum secara aklamasi.
Menurut Hariadi, aklamasi untuk Megawati sangat mungkin tercapai apabila dalam pemandangan
umum lebih dari 50 persen DPC dan DPD menyebut Megawati sebagai ketua umum. "Cara itu untuk
menghindari dukungan kepada Megawati terhindar dari permainan money politik," tandas
anggota DPRD Solo tersebut.
Rekomendasi lain yang dihasilkan adalah mendesak agar PDI Perjuangan memosisikan sebagai
partai oposisi. Konggres juga diharap untuk memberikan kewenangan kepada pengurus anak
cabang (PAC) agar tidak sekedar menjalankan fungsi administrasi. "Utusan konggres berjanji
untuk memperjuangkan rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan dalam Konfercabsus," imbuh
Hariadi.
Imron Rosyid-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|