|
Jawa Madura
Pilot Pesawat Latih TNI AU yang Jatuh Akhirnya Tewas
Selasa, 08 Pebruari 2005 | 21:11 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Salah satu pilot pesawat latih Bravo LM 2030 milik TNI Angkatan Udara yang jatuh Selasa sore, Mayor (Pnb) Bambang Wahyu Widodo, akhirnya meninggal dunia setelah kritis sekitar satu jam. Wahyu Widodo meninggal beberapa saat setelah dirawat di Rumah Sakit TNI Angkatan Udara Yogyakarta.
Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Adi Sucipto, Mayor (Sus) Agus Muhadi mengatakan, Mayor Wahyu Widodo meninggal saat masih dirawat di ruang perawatan intensif (ICCU) Rumah Sakit TNI AU. Sedang kondisi Mayor (Pnb) Maksum hingga saat ini masih kritis.
Pesawat latih milik Skuadron Pendidikan 102 Lanud Adi Sucipto itu jatuh pukul 14.35 WIB di Dusun Grogolsari, Purwomartani, Sleman, Yogyakarta, sekitar 750 meter dari Lanud Adi Sucipto. Pesawat itu diterbangkan oleh Mayor (Pnb) Wahyu Widodo dan Mayor (Pnb) Maksum.
"Mengenai sebab-sebab kecelakaan, kami belum tahu pasti. Untuk kepastiannya, nanti akan diperiksa langsung oleh tim pemeriksa kecelakaan pesawat," kata Agus.
Sementara itu, proses evakuasi pesawat sudah selesai. Bangkai pesawat yang jatuh di atas rumah Apri Yulianto dan Ny. Suparti di Desa Grogol Sari, Purwomartani, Sleman, Yogyakarta, sudah diturunkan. Tubuh pesawat dipotong-potong dengan kapak, linggis, mesin las, dan gergaji.
Apri dan Suparti selamat karena ketika terjadi musibah keduanya sedang berada di sawah. Suparti yang sehari-hari berjualan lotek, kebetulan siang itu pergi ke sawah untuk menyiangi rumput. "Saya tidak punya firasat apa-apa. Saya pulang karena mendengar suara seperti ledakan yang sangat keras. Tetapi sesampai di rumah, ternyata rumah saya yang kejatuhan," kata Suparti.
Menurut Eni, 26 tahun, penjaga rental komputer yang berada selisih satu rumah dari lokasi kejadian mengatakan, dirinya mendengar ledakan yang sangat keras. "Saya kira terjadi tsunami seperti yang diributkan selama ini. Tapi tak berapa lama kok terdengar teriakan kebakaran-kebakaran. Begitu saya keluar, ternyata ada pesawat jatuh," tutur Eni.
(Syaiful Amin/LN Idayani/Heru CN)
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]](/hg/photostock/2004/12/28/s_K8A47704_high_thumb.jpg) |
![Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh di dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]](/hg/photostock/2004/12/28/s_K8A47706_high_thumb.jpg) |
| Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
|
|
| Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|